A. Sejarah Singkat
| Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN) Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta mulai dirintis pada tanggal 1 Juli 1983. Pada masa itu pondok pesantren Al Munawwir dibawah asuhan K. H. Ali Maksum. Berdirinya kopontren Al Munawwir tidak muncul begitu saja. Namun dilatar belakangi adanya desakan kebutuhan para santri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Disisi lain juga adanya keinginan santri terhadap lahirnya suatu penanganan dan pengelolaan potensi ekonomi santri di pondok pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. |
|
Kunjungan Menteri Koperasi Suryadarma Ali Ke Mini Market Kopontren Al Munawwir
|
Keinginan para santri untuk membangun potensi santri itulah yang sebenarnya bisa disebut embrio Kopontren Al Munawwir. Adapun awal kepemimpinan pengurus kopontren pertama kali di jabat Ya’qub Masyhuri B.A selama satu periode (1983 – 1985). Keinginan yang kuat dan restu dari pengasuh membuat mereka semakin yakin bahwa cita-cita mereka akan terwujud. Dan itu tidak hanya dalam angan belaka, karena setelah berdiri walaupun belum resmi mendapat pengakuan dari pemerintah mereka mulai kegiatan usaha yang bisa dibilang sangat sederhana.
Pada masa awal usaha kopontren Al-Munawwir hanya melakukan penjualan kertas surat dan amplop yang berkop pondok pesantren Al-Munawwir. Setelah beberapa tahun berjalan maka usaha mulai ditambah yaitu dengan makanan ringan. Usaha yang dirintis sebagian santri tersebut ternyata tidak sia-sia karena respon santri terhadap kopontren semakin bertambah, sehingga barang yang dijualpun dikembangkan dan ditingkatkan lagi berupa penjualan kitab-kitab.
Perkembangan kopontren mulai terlihat mendapat tempat di hati santri ketika mereka sadar bahwa kegiatan pengelolaan koperasi di lingkup pondok pesantren sesuatu yang sangat berguna. Sebab dengan kegiatan seperti ini ternyata dapat dijadikan sebagai wahana berlatih bagi para santri dalam berorganisasi dan berbisnis. Dan itu di wujudkan dengan seminar-seminar ekonomi bagi santri. Pada akhirnya kegiatan usaha yang semula ditangani oleh sebagian santri tersebut, memunculkan perhatian yang serius, baik dari pengasuh, pengurus dan juga para santri pada umumnya
Perhatian serius dan kesadaran akan pentingnya penanganan suatu usaha bersama yang di wujudkan dengan estafet kepemimpinan kepengurusan yang terus bersambung yang secara garis besar dapat di bagi menjadi dua, yaitu sebelum berbadan hukum dan setelah berbadan hukum. Sebelum berbadan hukum tahun 1985 dipimimpin oleh Ahmad Fauzi Afa (1985-1987), setelah itu dilanjutkan Ma’ruf Masduqi. Sm. Hk (1987-1989), kemudian disambung M. Murtaqi Barra (1989-1991). Pada periode kepemimpinan V kepengurusan Kopontren di pegang Drs. Jumari (1991-1993) dan dilanjutkan oleh Ridwanul Mustafa (1993-1995) pada periode VI. Pada periode ke-IV tepatnya 24 September 2004 berkat usaha keras perintis (founding father) yaitu: Drs. Faishol, Drs Zainul Muhibbin, Drs Muhtarom Ahmad, Drs Jumari, Drs M. Murtaqi Barra yang kesemuanya adalah santri Al Munawwir. Kopontren Al Munawwir memperoleh kepercayaan pemerintah dengan diberikanya badan hukum dengan nomor 1753/BH/XI. Mulai saat itu Kopontren Al Munawwir resmi diakui pemerintah.
Seiring dengan perolehan status badan hukum, kopontren Al-Munawwir semakin menunjukkan perkembangannya. Hal ini terbukti dengan penambahan unit usaha menjadi tiga yaitu Mini Market, Warpostel, Toko Buku dan Kitab. Adapun kepengurusan pasca berbadan hukum di pimpin oleh Ridwanul Musthafa hingga 2003. Dan setelah itu dilanjutkan Sigit Isnugroho (2003-2005), kepengurusan ke IX dipegang oleh Musyafa’, S.Th.I (2005-2007), dan Saudara Edy Purnomo, S.Th.I (2007-2009 & 2009-2011). Pada tahun 2007, Kopontren Al-Munawwir dipercaya Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mengelola bantuan penguatan modal, untuk pengembangan Mini Market dengan nama Program SME’s Co mart. Pengembangan-pengembangan unit-unit lain juga terus di upayakan demi tercapainya visi misi Kopontren al-Munawwir.
B. Visi dan Misi
1. Visi
Menjadi Basis Perekonomian Pesantren yang Mandiri dan Mampu Menjawab Tantangan Lokal, Nasional dan Internasional
2. Misi
- Menyelenggarakan Kegiatan-kegiatan Ekonomi yang Produktif, Inovatif, Kredibel dan Sustainabel dengan Landasan Syariah.
- Mengembangkan Organisasi yang Mampu Menjawab Tantangan Global, Nasional dan Lokal.
- Menggali dan Mengembangkan Potensi Perekonomian Pesantren.
Pengurus
Ketua : Edy Purnomo, S.Th.I
Wakil Ketua : Ahmad Nasikhin
Kabid ADUM : Arini Hidayati Jamil
Kabid Keuangan : Inayatul Maula
Kabid PSDA : Nasfa Alif Diana
Wakabid ADUM : Haekal Mubarak
Wakabid Keuangan : Naimah Hayati
Wakabid PSDA : M. Hisyam Nuri
Pengawas
Ketua : Ahmad Saifuddin, S.Th.I
Anggota :Alfiyatun Zuhriyyah, S.Ag, Eni Kartika Sari, S. Si, Johan Satori
Anggota
Hingga saat ini Kopontren Al-Munawwir telah memiliki anggota sejumlah 685 orang. Anggota Kopontren meliputi Santri PP. Al Munawwir yang tersebar di Komplek AB, C, D, EF, G, H-Sunan, IJ, K, L, N, Nurussalam Putra-Putri, Q, R, S, Huffadz 1, Huffadz 2, Sakan Thullab, Gedung Putih, Diponegoro dan masyarakat umum.
Profil Unit-Unit Usaha Kopontren Al-Munawwir
1. Mini Market
Mini market Al-Munawwir dalam perjalanan berdirinya mengalami beberapa proses, pertama dimulai dengan toko kelontong, sebatas melayani kebutuhan santri sehari-hari. Setelah itu diganti dengan istilah Warung Serba Ada (Waserda), dimana barang yang disediakan lebih lengkap dari sebelumnya, tetapi sistem pengelolaan dan manajemennya masih manual. Tahun 2007 Kopontren al-Munawwir khususnya unit Waserda dipercaya sebagai pengelola Program SME’s Co Mart dari Kementerian Koperasi dan UKM. |
 |
| Sekarang unit waserda berganti Mini Market dengan system pengelolaan standar ritel modern, baik pelayanan maupun manajemennya.Omzet rata-rata perhari unit mini market mencapai 5 juta. Salah satu yang menguntungkan santri adalah barang yang disediakan lebih lengkap. |
2. Warpostel
Unit ini semula hanya melayani jasa telepon, tetapi karena kebutuhan konsumen maka pelayanan ditambah penyediaan jasa dan barang-barang pos yang berkerjasama dengan PT Pos Indonesia, jasa faks, dan karena permintaan pelanggaan kami juga menyediakan jasa travel segala jurusan. Unit Warpostel ini mempunyai 4 KBU dengan pelayanan dari jam 05.00 – 22.00 BBWI. Pada tahun 2008, unit usaha Warpostel mengembangkan sayap dalam usaha penjualan pulsa.
3. Toko Buku dan Kitab
Unit Toko Kitab ini adalah unit usaha pertama yang dimilki Kopontren al-Munawwir, dimana keberadaannya sangat dibutuhkan santri khususnya pada penyediaan kitab dan buku. |
|
Begitu juga para alumni, masyarakat umum, dan pondok pesantren lainnya yang membutuhkan kitab, bahkan pelayanan untuk mempermudah memperoleh karya-karya Pondok Pesantren al-Munawwir, seperti Kamus al-Munawwir, Kamus al-‘Asri, dan kitab-kitab lainnya. |
Alamat : Kompleks Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak Kulon, Panggung Harjo, Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta 55002 Telp : (0274) 383768 Faxs : (0274) 384095
|