Donor Darah Present: Road to Haul KH. Munawwir Ke-85

Donor Darah Present: Road to Haul KH. Munawwir Ke-85

Almunawwir.com-(23/12) Dalam rangka menyambut haul Al Maghfurlah KH. Munawwir bin Abdullah Rosyad ke-85, Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak menyelenggarakan kegiatan donor darah. Bertempat di Aula G, acara ini dimulai pada pukul 8 sampai 12 siang. Donor darah ini tidak hanya diperuntukkan khusus para santri, namun warga nonpesantren juga boleh turut berpartisipasi.

Menurut panitia kegiatan donor darah dalam rangka menyambut Haul Al Magfurlah KH. Munawwir bin Abdullah Rosyad ke-85 ini bertujuan agar pesantren bisa turut berkontribusi dalam kegiatan sosial masyarakat yang bermanfaat, terkhusus untuk warga Bantul dan sekitarnya yang sangat membutuhkan darah cukup banyak.

Berdasarkan data pendaftar, terdapat 66 orang penderma darah, baik putra maupun putri. Demi menunjang kegiatan ini, pesantren bekerja sama dengan PMI Bantul dan BKM Ali Maksum demi menyukseskan acara tersebut.

Melihat jumlah pendaftar tersebut, tidak semua lolos dalam seleksi donor darah, karena harus melewati beberapa tahap cek kesehatan yang menjadi syarat dan ketentuan agar dapat mendonorkan darah.

Adapun kriteria pendonor antara lain: sehat dari segi fisik dan jasmani; tidak mengkonsumsi obat dalam kurun waktu seminggu; istirahat dan tidur yang cukup; sarapan; dan terbebas dari penyakit bawaaan.

Salah satu pegawai PMI yang bertugas menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pendonor tidak diperbolehkan melakukan donor, yaitu seperti kadar HB (hemoglobin) yang terlalu rendah sehingga tidak mencukupi atau akan berdampak tidak baik bagi kesehatan si pendonor dan penerima donor darah.

Dampak lain adalah tekanan darah calon penderma yang terlalu tinggi dan wanita yang sedang dalam masa menstruasi, atau pasca menstruasi setelah seminggu terakhir serta beberapa faktor yang lain.

“Faktor positif dari donor darah itu banyak, salah satunya jadi lebih sehat karena sirkulasi peredaran darahnya berganti, apalagi bagi laki-laki karena tidak ada masa menstruasi. Juga menjaga tekanan jantung. Manfaat paling utama ya membantu sesama yang membutuhkan darah, karena darah tidak dibuat atau diproduksi secara sintesis” ujar petugas PMI.

Terbesit pertanyaan kemana darah tersebut akan dialokasikan?. Petugas menjelaskan bahwa setelah darah terkumpul dari para pedonor, akan disimpan di dalam kulkas karantina. Setelah itu diambil sampel untuk dicek darahnya bisa dipakai atau tidak. Jika sudah ready dan bisa dipakai, maka darah bisa didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan.

Menurut salah satu peserta donor, alasan dia mengikuti kegiatan sosial donor darah karena kegiatan ini punya impact baik buat diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, bisa menjadi bentuk amal jariyah untuk membantu orang lain.

Semoga kegiatan donor darah ini menjadi wadah bagi para santri dan masyarakat yang telah memiliki jadwal rutin donor darah. Sekaligus dapat menarik para pendaftar baru yang ingin ikut serta dalam kegiatan sosial donor darah. Besar harapan juga melalui kegiatan donor darah pesantren dalam rangka menyambut Haul Al Magfurlah KH. Munawwir bin Abdullah Rosyad ke-85 ini dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, dan mendapat barokah dari Mbah Munawwir. Aamiin.

Editor: Redaksi

Baca Juga:

Kavina Biizzika

Kavina Biizzika

Kavina Biizzika

Santri Komplek Q

4

Artikel