Murottal Al-Qur’an: Solusi Spiritual Menangani Kecemasan

Murottal Al-Qur’an: Solusi Spiritual Menangani Kecemasan

Almunawwir.com-Kecemasan adalah penyakit mental yang banyak dialami oleh anak muda saat ini. Kebanyakan dari mereka adalah para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikannya. Tuntutan akademik yang dialami membuat mereka mengalami rasa cemas yang berlebihan, depresi, bahkan sampai  berujung bunuh diri.

Mahasiswa seringkali menghadapi tekanan dan berbagai tantangan, yang bisa memicu rasa cemas terutama saat menghadapi beban akademik. Hal ini dapat membuat mereka terbebani, menyebabkan stres dan depresi. Ketika memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa menghadapi fase yang disebut sebagai quarter life crisis, yakni waktu di mana seseorang mencari identitasnya saat memasuki usia pertengahan 20-an hingga awal 30-an.

Pada tahap ini, mereka bisa merasakan kecemasan, ragu, kekhawatiran, dan ketidakstabilan serta merasa kehilangan arah. Pada fase ini akan membuat mereka terbawa dalam berbagai penyesuaian baru yang harus dihadapi, dan jika tidak mampu mengelola perasaan negatif tersebut, dapat berdampak serius pada kesehatan mental mahasiswa dan berpotensi mengarah pada tindakan yang berbahaya.

Sejauh ini, memang masih belum ada cara yang efektif untuk mengobati perasaan cemas yang berlebihan, akan tetapi hal ini dapat diturunkan. Salah satu metode yang dapat menurunkan kecemasan yaitu mendengarkan murottal al-Qur’an. Yups, tidak asing lagi bagi kita umat Islam mengenal istilah murottal.

Kata murottal merupakan istilah dalam bahasa Arab yang memiliki akar kata yang sama dengan istilah “tartil“ yang merupakan wazan isim maf’ul dari kata رتّل – يرتّل – ترتيلا yang artinya melagukan Al Qur’an dengan pelan dan jelas. Secara istilah, murottal dapat didefinisikan sebagai teknik membaca al-Qur’an dengan tartil (tenang tanpa tergesa-gesa) dengan memperhatikan ilmu tajwid dan makharijul huruf. 

Suara alunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu seringkali memiliki dampak menenangkan bagi jiwa dan pikiran. Dengan mendengarkan murottal, seseorang dapat menemukan ketenangan, meredakan stres, serta mendapatkan ketenangan batin yang bisa membantu mengurangi tingkat kecemasan yang dirasakan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 82:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا 

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”.

Ayat di atas menunjukkan bahwa Al-Quran merupakan penawar penyakit dan merupakan rahmat bagi orang-orang yang mempercayainya dan hanya menambah kerugian terhadap orang-orang yang mengabaikan. Bagi orang-orang yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, mereka mendapati ketenangan, petunjuk, serta berkah dalam kehidupan mereka.

Selain dalam QS. Al-Isra’ ayat 82, Allah juga berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ 

Artinya: ‘’ (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.’’

Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa ketika seseorang mengingat Allah, mereka akan merasakan ketenangan. Salah satu cara untuk mengingat Allah adalah dengan membaca atau mendengarkan murottal Al-Qur’an. Dengan mendengarkan Al-Qur’an melalui murottal, hati seseorang dapat merasa lebih damai, sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan yang mereka alami.

Ketika hati meresapi makna dan pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an, hal itu dapat mempengaruhi suasana hati dan pikiran seseorang secara positif. Kekuatan ayat-ayat Al-Qur’an memiliki efek menenangkan yang membantu mengurangi tingkat kecemasan dan ketegangan yang mungkin dirasakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini membuktikan bahwa menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber rujukan spiritual dapat memberikan dampak positif pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang. Mendengarkan murottal Al-Quran merupakan relaksasi yang memberikan perasaan tenang bagi pendengarnya. Terutama pada seseorang yang mengalami kecemasan dan perasaan tegang, Al-Quran efektif menjadi salah satu media relaksasi.

Baca Juga:

Menurut penelitian Khan pada tahun 2003, murottal memiliki efek positif pada pendengarnya dengan frekuensi 50 Db. Temuan ini juga didukung oleh penelitian panjang Dr. Al-Qadhi di klinik Florida, AS, mengenai manfaat murottal. Dr. Al-Qadhi berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengar ayat-ayat Al-Quran, seseorang dapat mengalami perubahan fisiologis yang signifikan. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa 97% dari subjek penelitian merasakan dampak besar dalam mencapai ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Menurut peneliti lain, mendengarkan murottal Al-Qur’an yang memiliki lantunan indah membuat tubuh menjadi rileks sehingga dapat menurunkan hormon-hormon stress serta dapat mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas dan tegang. Selain itu, mendengarkan al-Qur’an dapat memperbaiki sistem kimia tubuh sehingga menurunkan tekanan darah, memperlambat pernapasan, detak jantung, denyut nadi dan aktivasi gelombang otak.

Terapi murottal memberikan dampak psikologis ke arah positif, karena apa yang didengarkan akan disampaikan ke otak untuk dipersepsikan sehingga dengan terapi murottal ini kualitas kesadaran terhadap Tuhan akan meningkat dan menyebabkan totalitas kepasrahan kepada Allah SWT.

Dengan keadaan tersebut menurut Mac Gregor gelombang otak akan berada pada frekuensi 7-14 Hz, di mana keadaan ini merupakan keadaan energi otak yang optimal dan dapat menyingkirkan stress dan menurunkan kecemasan (Zahrofi, 2013).

Bacaan Al-Qur’an secara murottal mempunyai efek relaksasi dan dapat menurunkan kecemasan apabila didengarkan dalam tempo murottal berada antara 60-70 menit secara konstan, tidak ada perubahan irama yang mendadak, dan dalam nada yang lembut. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa mendengarkan murottal al-Qu’an efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan seseorang.

Sumber:

Zahrofi, D. N. (2013). Pengaruh Pemberian Terapi Murottal Al Quran terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Hemodialisa di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. In Naskah Publikasi. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Editor: Redaksi

Baca juga:

Qorri Aina

Qorri Aina

Qorri Aina

Santri Komplek T Putri

3

Artikel