Sirkel Pertemanan Seorang Muslim dan Bahaya Bergaul dengan Orang Red Flag

Sirkel Pertemanan Seorang Muslim dan Bahaya Bergaul dengan Orang Red Flag

Almunawwir.com – “Bertemanlah dengan siapa saja dan jangan pilih-pilih teman” ini tidak salah, namun ada syarat dan ketentuan berlaku!

Sebagai makhluk sosial tentu kita tidak bisa lepas dari pergaulan dan pertemanan, namun untuk orang awam seperti saya pastinya harus hati-hati memilih teman dan pergaulan.

Karena diri saya beberapa tahun kedepan salah satunya bergantung pada buku apa yang saya baca, channel apa yang saya tonton, dan orang seperti apa yang saya pilih menjadi teman dekat.

Sumber Gambar: Dokumen Penulis

Maka perlu suatu kepiawaian dalam bergaul agar tidak mudah terpengaruh buruk, tenggelam dalam kemaksiatan, sesat pikir dan energi kita habis dengan hal-hal yang tidak layak. 

Belakangan ini sedang tren dan kerap muncul berseliweran istilah ‘red flag’ di media sosial, namun sebenarnya apa sih arti dan maksudnya? yuk kita simak penjelasan singkat berikut ini.

Baca juga:

Secara harfiah kata ‘red flag’ berasal dari bahasa Inggris yang berarti bendera merah. Istilah ini biasa digunakan untuk mengacu pada peringatan, tanda awal potensi masalah, indikasi bahaya atau tanda bahwa sesuatu seharusnya dihentikan.

Allah SWT menghendaki hamba-Nya berteman dengan landasan iman dan takwa. Hal ini sangat penting, karena teman dan lingkungan akan sangat mempengaruhi mindset, perilaku dan keputusan yang akan kita ambil. You are what you know

Jika lingkungan kita baik dan positif, teman-teman kita hebat, jago, alim, dan sholeh-sholeh, maka berbaur dengan mereka dapat membuat kita memperoleh banyak ilmu, hikmah, dan manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Sebaliknya, jika lingkungan pertemanan kita negatif, toxic dan problematik, tidak ada salahnya untuk menjauh dari kerumunan seperti ini. Karena lingkungan yang tidak sehat dapat menganggu perkembangan diri kita, membawa pengaruh yang tidak baik dan perilaku buruk. Jika lingkungan kita seperti ini, mungkin itulah waktu yang tepat untuk kita uzlah (mengasingkan diri untuk lebih dekat kepada Allah).

Islam menganjurkan setiap Muslim untuk selektif dalam memilih teman dan menghindari sirkel pertemanan yang membuat kita malah menjauh dari Allah SWT.

Ibnu Athaillah mengatakan dalam kitab Al-Hikam: “Jangan berteman (bergaul) dengan orang yang tingkah lakunya tidak membangkitkanmu (untuk meraih ridha Allah) dan ucapannya tidak menunjukkanmu kepada Allah.”

Baca juga:

Ada juga petuah Jawa yang berbunyi “Ojo Cedhak Kebo Gupak” yang artinya “Jangan berdekatan dengan kerbau kotor” nanti kecipratan. Jangan sampai seseorang yang masih bodoh hanya berteman dengan orang bodoh, pemalas berteman dengan pemalas, ya susah maju.

Perlu diingat, bahwa energi bisa menular. Kita dekat orang rukun, kita bisa ikut rukun. Kita dekat orang yang sering marah-marah kita juga bisa ikut marah. Kita dekat dengan pemabuk ulung, bisa jadi lama-lama kita juga ikut mabuk.

Idealnya, jika seseorang muslim ingin bergaul dengan semua orang (dengan berbagai karakter) maka ia harus sudah kuat secara spiritual (mengetahui ilmu agama dan tercerahkan), kuat secara finansial (berkecukupan atau kaya), dan memiliki prinsip pegangan yang teguh atau suatu kode etik agar tidak mudah terbawa arus dan gampang terpengaruh.

Bahkan, Jika kamu adalah orang yang tercerahkan, sang pencerah, atau sang penuang cahaya. Bersedialah untuk menerangi yang lain dan memberikan positive vibes di lingkungan sekitar, besedialah menemani seseorang pendosa seperti saya yang membutuhkan secercah cahaya.

Untuk level ini yang perlu kita ketahui adalah bahwa dalam bergaul kita harus tau batasan-batasan, misalnya saat kita berteman dengan seseorang di sasana tinju, kita berteman ya dalam rangka olahraga tinju, untuk mempertajam skil tinju dan berlatih tinju.

Baca juga:

Ketika teman kita ini ternyata orangnya sering melakukan hal-hal menyimpang, kebiasaanya buruk, dan red flag nya banyak, ya tidak usah ikut dalam hal itu, cukup berteman saja secara sehat. Saat mulai ada bahaya madhorot tidak ada salahnya untuk menjauh. Mundur alon-alon

Imam Syaqiq Al Bulqi pernah berkata “Pergauliah manusia sebagaimana kamu bergaul dengan api, kamu bisa mengambil manfaat api untuk memasak, ambil secukupnya dan jangan berlebihan, ketika api mulai membesar dan akan membakarmu, maka menjauhlah.”

Sebenarnya tidak perlu khawatir dengan berteman, kita berteman dengan seseorang, mengikuti perkumpulan, mengikuti klub olahraga, atau klub hobby tidak masalah, yang terpenting adalah tidak boleh larut dan jangan berlebihan.

Wallahua’lam Bishowaf

Editor: Alma Naina Balqis

Mufasa Al Ramadhan

Mufasa Al Ramadhan

MufasaRamadhan

2

Artikel