Volume 1
Di air yang besar,
barangkali kayu-kayu itu
hendak bersaksi.
Tentang hari-hari
ketika hutan dijadikan angka
dalam laporan tebal penuh sukacita,
ketika ribuan batang ibu diangkut keluar,
sementara akar-akar kakinya
ditinggalkan membusuk, terbengkalai.
“Hai, kami datang membawa riwayat
dalam derita peristiwa”
Begitu kata mereka
yang kini diarak arus
sebagai saksi bisu,
bahwa hutan pernah berdiri kokoh dahulu.
Volume II
Di tempat ini
kepala dan langit sama-sama pucat
seperti halaman yang lupa
pernah ditulis harapan.
Hening berjalan mondar-mandir
menabrak dinding waktu
yang terus bergerak
membawa bau anyir.
Kenangan berdiri di ambang warna,
setengah ingin pulang
sisanya takut ditinggalkan.
Bagaimana bisa,
Tanah yang menghidupinya
Ternyata menjadi kepulangan jasadnya.



