Gemuruh dalam raga
Memecah sunyi di penghujung sepertiga
Tak hanya riuh rendah belaka
Namun getar pinta yang memeluk jiwa
Tanpa melibatkan insan lainnya
Yang sudah terlelap dalam bunga tidurnya
Kelabu mendung langit malam tak banyak bertanya
Turut mengaminkan rapalan anak manusia
Yang teramaikan oleh bertara asa
Pada hamparan alas sederhana
Tak lelah menyertai membersamainya
Hingga sayup-sayup terdengar gema
Untaian selawat tarhim kini menyapa
Menelisik perlahan pada relung sukma
Yang masih terninabobokkan oleh buaian fana
Pun tak membuat tengadah tangan menghela
Bahkan semakin meronta menggila
![[Puisi] Santri Ngabdi](https://cdn.almunawwir.com/2023/05/MG_0045.jpg)

