Bagaimana Negara Ideal Menurut Islam?
Islam yang kita kenal mempunyai hukum syariat yang kompleks dalam mengatur segala hal, dari mulai hal ibadah, muamalah, pernikahan, hingga hukuman kejahatan, ternyata juga mempunyai konsep ideal tentang sebuah negara. Namun bukan berarti
menjadikan suatu negara sebagai negara khilafah, akan tetapi menjadikan agama dan negara bisa menjadi mitra yang kuat untuk saling bersinergi membangun kehidupan berbangsa dan beragama.
Konsep negara yang menaungi agama adalah konsep yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. Oleh sebab itu, kita juga harus bisa meneladani hal itu dengan tidak membenturkan perihal agama dan negara. Negara kita dibangun bukan hanya untuk umat Islam saja, akan tetapi dibangun untuk menaungi seluruh masyarakat beragama. Dalam Islam sendiri konsep negara yang baik adalah بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ yaitu negara yang maju secara struktural dan masyarakat yang hidup dalam kesadaran ketuhanan.
Agama adalah Pondasi Negara
Negara sendiri itu membutuhkan agama sebagai pondasi moral dan spiritual, sedangkan agama menganggap negara sebagai sarana untuk mewujudkan kehidupan sosial yang adil. Hubungan mutualisme ini sebenarnya sudah ada sejak zaman awal keislaman. Agama menjadi jiwa sebuah bangsa, tanpa agama maka negara ibarat lautan tanpa terumbu karang. Sebesar apapun kemajuan sebuah bangsa jika ia tidak menjadikan agama sebagai mitranya maka ia akan kehilangan arah kemanusiaan dan moralitas.
Sikap kita untuk mewujudkan بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ adalah dengan melahirkan pemimpin-pemimpin yang memiliki ketaqwaan yang tinggi. Ketaqwaan sendiri tidak akan lahir secara tiba-tiba, maka dari itu untuk memunculkan dan meningkatkan taqwa
adalah dengan mengaji. Di Indonesia sendiri kaum yang memiliki jiwa kebangsaan dan keagamaan yang kuat adalah kaum santri.
Santri adalah Pemeran Utama Negara Ideal Menurut Islam
Maka dalam konteks ini, santri adalah pemeran utama dalam mewujudkan بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ. Dalam pesantren sendiri diajarkan bahwa tidak ada pertentangan antara agama dan negara. Bahkan secara historis pesantren yang dikenal sebagai pusat keagamaan justru menjadi barisan terdepan dalam membela dan mempertahankan bangsa sebagaimana terlaksana pada peristiwa Resolusi Jihad.
Baca Juga: Merajut Dakwah di Dunia Maya untuk Generasi Masa Kini
Di zaman sekarang, santri diharapkan mampu menjadi jembatan antara nilai agama dan realitas kebangsaan. Dengan demikian, agama dan negara harus menjadi partner yang solid dalam mewujudkan masyarakat yang makmur dan bermoral. Untuk mewujudkan konsep negara yang berkeagamaan maka peran seorang santri sangat dibutuhkan, mengingat para santri adalah kaum yang memiliki pengetahuan lebih dalam hal agama sekaligus memiliki jiwa nasionalis yang kuat.
Ahmad Labib Arifin
Ahmad Labib Arifin
Memiliki ketertarikan di bidang sosial-keagamaan, pernah menjadi reporter di jurnalistik Ponpes Balekambang
1
Artikel



