Menggali Makna Keutamaan Bulan Muharram

Menggali Makna Keutamaan Bulan Muharram

Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Datangnya bulan Muaharram menjadi penanda awal tahun Hijriyah untuk umat muslim seluruh dunia. Bulan Muharram ini selalu dinantikan oleh seluruh umat Islam dikarenakan begitu banyaknya keutamaan yang terdapat di bulan ini.

Oleh karena itulah, bulan Muharram ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan amalan-amalan yang dianjurkan.

Muharram
Sumber: pinterest

Banyak keutamaan-keutamaan yang ada di bulan Muharram. Kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan shaleh, karena pahala yang didapatkan di bulan Muharram ini begitu besar. Bulan Muharram merupakan bulan kedua yang paling istimewa untuk melaksanakan amalan seperti puasa setelah Ramadhan.

Begitu istimewanya bulan Muharram, sehingga bulan ini disebut sebagai ‘’Syahrullah’’ (bulan Allah). Keistimewaan bulan Muharram melebihi bulan-bulan Islam lain setelah bulan Ramadhan. Semua anjuran amal shaleh pada bulan ini memiliki nilai keistimewaan dan akan diberikan pahala yang istimewa oleh Allah SWT. Sebaliknya, segala bentuk kedhaliman yang dilakukan di bulan ini maka akan mendapat dosa yang besar pula.

Hal ini sebagaimana ada pada sabda Rasulullah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ) رواه مسلم

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim). (1)

Dari hadis tersebut maka dapat diketahui bahwa terdapat keutamaan khusus dalam bulan Muharram, yang mana dalam hal ini disandarkan dalam lafadz Allah. Pernyataan ini juga didukung oleh sebagian pendapat para ulama yang menjelaskan bahwa suatu hal yang disandarkan kepada lafadz Allah, maka hal itu menunjukkan pemuliaan terhadap makhluk tersebut.

Banyak amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram. Rasulullah Saw. menganjurkan seluruh umat Islam untuk berpuasa sunah pada hari ‘Asyura yaitu tanggal 10 Muharram. Keutamaan puasa sunah ini yaitu melebur dosa setahun yang sudah lewat.

Ini menunjukkan bahwa amalan ini adalah cara untuk mendapatkan pengampunan Allah dan membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan. Meskipun puasa sunah ‘Asyura bukanlah kewajiban, namun anjuran dari Nabi Muhammad SAW memberi bobot penting untuk menjalankannya.

عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. رواه مسلم

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim) (1)

Selain puasa ‘Asyura, juga disunahkan untuk puasa yang mengiringi puasa ‘Asyura, yaitu puasa pada tanggal 9 Muharram yang disebut sebagai puasa ‘Arafah dengan keutamaan dapat menghapus dosa dua tahun dan puasa pada tanggal 11 Muharram yang sebagai pembeda puasa antara umat Islam dengan umat Yahudi yang berpuasa pada hari ‘Asyura saja.

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ .

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): ‘Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya’.” (HR Ahmad) (1)

Secara keseluruhan, menggali makna Bulan Muharram berarti memanfaatkan momentum ini sebagai kesempatan untuk mempelajari ajaran Islam, mempertimbangkan sejarah dan nilai-nilai perjuangan, dan meningkatkan amalan ibadah.

Umat Muslim dapat memperoleh banyak manfaat dan menumbuhkan spiritual dengan melakukan amalan yang dianjurkan dalam bulan Muharram ini. Bulan Muharram bukan hanya peristiwa historis, tetapi juga kesempatan untuk menjadi lebih sadar diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Penulis:  Qorri Aina

Qorri Aina

Qorri Aina

Qorri Aina

Santri Komplek T Putri

3

Artikel