Patuh Kepada Orangtua, Berikhtiar Mendekati-Nya dan Semangat Terus itu Kunci Hafalanku

Patuh Kepada Orangtua, Berikhtiar Mendekati-Nya dan Semangat Terus itu Kunci Hafalanku

Kisah Juang Menghafal Alquran
(Danial Fayyadl – Khotimin Haflah Khotmil Qur’an Yayasan Pondok Pesantren Krapyak 2018)

Jarum jam menunjuk ke angka 2, sedang suasana kelas sudah mulai tak terkendali. Muka kusut kumus-kumus hadir di sana-sini. Maklum saja, wajah itu telah menghabiskan enam jam perjamuannya dengan bangku sekolah.

Bertepatan dengan itu, beberapa siswa telah keluar dari kelas, mereka berbondong-bondong kembali ke asrama untuk sejenak beristirahat.

Namun tidak demikian dengan Danial Fayyadl, ketika banyak temannya beristirahat setelah kepayahan belajar di sekolah, ia malah memanfaatkan waktu luang tersebut untuk menderes Alquran di Masjid Krapyak.

baca juga : KH. Buchori Masruri tentang KH. Ali Maksum (Bagian I)”

Lantas saja, setelah usai sekolah, barang bawaan sekolah ditaruhnya di kamar, lanjut bebersih dan berganti pakaian. Dengan perawakannya yang kalem dan santun, jarak ± 200 M antara asrama dan masjid ia tempuh dengan santai dengan posisi kedua tangan yang mendekap Alquran.

Gus Fayyadl—sapaan akrab Danial Fayyadl, mengakui sendiri jika jam setelah kegiatan sekolah usai adalah waktu terfavorit dalam melancarkan niat untuk menghafalkan Alquran. Selain di waktu sore untuk menambah hafalan dan malam untuk muroja’ah.

Putra kelahiran Yogyakarta, 30 Desember 2001 ini memulai menghafal Alquran sejak kelas 6 SD. “Pada waktu itu bulan puasa di sini (Krapyak) dan menghafalkan Alquran, alhamdulillah bisa dapat seperempat juz”.

Setelah lulus dari SD, ia mondok di Krapyak dan perjalanan menghafal pun berlanjut. Mengkhatamkan Juz Amma dalam jangka waktu 2 bulan dengan KH. Mas’udi. Dalam menghafalkan, Gus Fayyadl atas rekomendasi dari Gus Mas’udi memakai metode Turki Usmani—menghafalkan dimulai dari 5 lembar di akhir juz, dan setelah dianggap benar-benar lancara kemudian dilanjutkan ke awal juz.

Metode tersebut menjadi metode favorit yang dipakai Gus Fayyadl dalam menghafalkan Alquran sampai khatam.

Dalam proses menghafal, ia pernah menghadapi fase sulit tatkala menghafalkan Alquran. Yakni dikala menginjak kelas 1 Madrasah Tsanawiyah. Ia merasa kesulitan dalam mengintegrasikan jadwal sekolah dan mengaji.

“Pada saat itu, seringkali saya dirundung rasa malas. Hingga berdampak pada nderesnya yang kurang terkondisikan”, ujar cucu dari  Ibu Ny. Hj. Durroh Nafisah dan cicit daripada KH. Ali Maksum tersebut.

Gus Fayyadl yang mengkhatamkan Alquran selama tiga tahun itu, mengaku mengalami kesulitan pula tatkala awal disuruh untuk menghafalkan Alquran. “Awalnya dulu disuruh simbah menghafalkan, ya saya manut-manut saja.”

Namun, alangkah menariknya, bahwa sikap patuh dan tunduk kepada yang lebih tua menjadikan jalan di depan kian cerah. Ditambah ketika menginjak kelas 2, Mas Reza (Muhammad Rajief Arza) di kelas 1 Mts dan menghafalkan Alquran juga, hatinya semakin terlecut dan lebih giat lagi dalam menghafalkan Alquran.

baca juga : Dalam Menghafal Alquran, Ibu Adalah Motivator Terbaikku”

Sesuai janji Allah, jikalau orang bersungguh-sungguh dan senantiasa ada dalam bingkaiNya, orang itu akan ditunjukkan jalan—bahkan pelbagai jalan untuk mampu mengambah arah benar dan lurus yang disediakan dan diberi kemampuan untuk selalu melibatkan akal sehat dan nuraninya dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Perjalanan tiga tahun itu didorong oleh motivasi dari guru-gurunya, yakni Ibu Ny. Hj. Durroh Nafisah Ali, KH. Mas’udi, Bu Nunung, dan Ustadz Ahmad Fauzi. Sehingga di tahun pertama, ia sanggup menghafalkan 5 juz. Di tahun kedua 15 juz dan di kelas 1 Madrasah Aliyah ini bisa khatam Alquran 30 juz.

Mengingat perjuangannya yang begitu bersemangat di usia yang masih muda dan akhir-akhir ini masif gerakan menghafal cepat, Gus Fayyadl menitipkan pesan, “Jangan males untuk nderes. Meskipun di sekolah, ketika ada jam kosong ya digunakan untuk nderes. Dan jangan lupa salat malam, kan kita menghafalkan wahyuNya, jadi kita juga harus mendekatkan diri kepada yang menurunkan wahyu tersebut.”

Redaksi

Redaksi

Redaksi

Tim Redaksi PP. Al-Munawwir

462

Artikel