
Almunawwir.com- Selasa 17 Februari 2025 bertepatan dengan malam 30 Sya’ban 1447 H, Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak menggelar acara pembukaan kegiatan Program Khusus Ramadhan atau biasa dikenal dengan PKR.
PKR merupakan salah satu dari sekian agenda besar yang rutin di lingkungan krapyak selain agenda Haul dan Muharroman. Banyak sekali agenda yang dilaksanakan di bulan ramadhan ini, mulai dari berbagai pengajian kitab oleh para masyayikh dan Asatidz, Tarawih bil Qur’an yang sudah menjadi iconic dari pondok Krapyak yang akan di imami langsung oleh beliau Almukarrom Romo KH.R. Abdul Hamid Abdul Qodir dan Agus H. Muhammad Azka Hafidh. Tarawih ini dimulai pada malam satu ramadhan dengan bacaan 1,5 Juz per harinya sampai khatam di malam ke 20. Setelah khatam, dilanjut malam ke 21 dengan bacaan 3 Juz per harinya hingga malam Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, ada tartilan al-Qur’an bersama KH. M. Mas’udi Fathurrahman yang nantinya kita akan belajar bagaimana cara membaca al-Qur’an dengan tartil full 30 Juz. Berbagai kegiatan kegiatan inilah yang menjadi ruh pondok pesantren al munawwir krapyak dalam menghidupkan bulan ramadhan yang penuh dengan berkah, eman-eman kan, masa bulan ramadhan hanya dibuat full tiduran ?
شهر رمضان شهر الصوم لا شهر النوم
Selain itu, juga membuka pendaftaran bagi masyarakat umum yang ingin mondok kilatan di bulan ramadhan. Program khusus ramadhan membuka pendaftaran bagi santri kilatan dengan dua program unggulan, yakni Program Kitab dan Program Tahfidzul Qur’an. Khusus program tahfidz, ada beberapa pilihan yang ditawarkan oleh panitia sesuai dengan keinginan diantaranya yakni;
- Tahsin, yakni program memperbaiki bacaan
- Ziyadah, yakni meneruskan hafalan yang sudah pernah dihafal
- Tabarrukan, dikhususkan bagi yang sudah pernah khatam hafalan dan ingin setoran lagi
- Program Kilat, yakni program hafalan beberapa surat-surat pilihan dengan estimasi 20 Hari 5 Juz (Juz 30, Al-Kahfi, As-Sajdah, Yasin, Ad-Dukhon, Al-Waqi’ah, Ar-Rahman, Al-Mulk, Al-Jumu’ah dan Al-Baqarah).
Semua kegiatan pengajian akan diampu oleh para asatidz yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Selain itu, ada kegiatan Istima’ Al-Qur’an atau Tartilan yang diisi oleh Romo KH. Mas’udi Fathurrahman dan Kajian Kitab Tafsir al-Maunah fi tafsir Surah al-Fatihah oleh Romo KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir.
Sampai artikel ini ditulis (18 Feb), jumlah pendaftar kegiatan PKR ini mencapai 87 orang. Dengan rincian Putra 49 orang (Tahfidz 14 dan Kitab 35) serta Putri 38 (Tahfidz 21 dan Kitab 17), jumlah yang bisa dibilang banyak dari tahun-tahun sebelumnya,
Acara Pembukaan dilaksanakan di Aula AB setelah Jama’ah Isya dengan diawali dengan Banjari Al-Wathoni kemudian dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an oleh Kang Wahyu Nurhadi. Setelah itu, Abdul Ghani Takhta memberikan sambutan selaku ketua panitia kemudian dilanjutkan sambutan oleh Agus M. Yunan Ronihardian, M.Sc. selaku dewan yayasan. Dalam sambutannya, Gus Yunan mengapresiasi semangat dan kerja keras para panitia PKR dari awal perencanaan program hingga pelaksanannya. “yayasan Al-Munawwir dan keluarga besar sangat mengapresiasi berbagai aktivitas santri, baik pengurus pusat maupun kepanitian.” Beliau kemudian lantas mengutip ayat surat at-Taubah ayat 105 ;
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ
Artinya : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”
Pak Yunan juga berpesan khususnya bagi para panitia terkait pentingnya berorganisasi dan kepanitian seperti ini untuk melatih kita bagaimana bekerja sama dan nanti ketika sudah bermasyarakat.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرً
Serta bagi para pendaftar kegiatan PKR, Pak Yunan juga mengucapkan terima kasih sebesar besarnya karena telah memilih pesantren ini sebagai tempat untuk mengaji di bulan Ramadhan. Semangat mengaji dan menghidupkan ramadhan yang dicontohkan oleh para ulama dan guru-guru kita terdahulu harus bisa menjadi contoh bagi kita semua. KH. Fairuzi Afiq Dalhar juga menyampaikan pesan selaku dewan pengasuh Al-Munawwir, mengingatkan bagi kita untuk senantiasa memperbarui niatnya dan juga meningkatkan amal ibadah di Bulan Ramadhan.
Di akhir acara, ditutup dengan mauidhoh hasanah dan do’a oleh KH.R. Abdul Hamid Abdul Qodir. Dalam mauidhohnya, beliau berpesan semoga ramadhan pada tahun ini bisa lebih baik daripada ramadhan tahun yang lalu.
“memberikan Mauidhoh itu sebenarnya gampang, kan hanya memberikan nasihat saja, yang susah itu menjadi Uswah, makanya kenapa لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِیْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ itu pakai kata اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ bukan مَوعِظَةُ الحَسَنَة kalau Cuma memberikan nasihat ya semua orang bisa, tapi menjadi contoh itu yang susah.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا.


