Pengantar Ilmu Qira’at (13): Praktik Qiraat 7 Pada Surah al-Fatihah

Pengantar Ilmu Qira’at (13): Praktik Qiraat 7 Pada Surah al-Fatihah

Oleh: Ust. Abdul Jalil Muhammad, S.Th.i., M.Si.

Membaca/belajar qiraat kepada seorang guru bisa dilakukan dengan dua cara: 1- Ifrad al-Qira’at: yaitu membaca Alquran satu khataman dengan satu riwayat. Dengan demikian akan membaca 14 khataman untuk belajar qiraat 7. 2- Jam’ al-Qira’at: yaitu membaca satu khataman dengan membaca perbedaan qiraat 14 rawi, biasanya baca 1 ayat lebih dari satu kali untuk membaca semua perbedaan pada ushul dan farsy.

Kali ini kita akan membaca surat al-Fatihah dengan cara kedua.
– Ayat 1: tidak ada perbedaan antar qurra’ 7 dalam membaca basmalah
– Ayat 2: tidak ada perbedaan antar qurra’ 7 dalam membaca al-hamdulillah rabbil ‘aalamin.
– Ayat 3: tidak ada perbedaan antar qurra’ 7 dalam membaca al-Rahmaan al-Rahiim
– Ayat 4: Ali al-Kisa’i dan ‘Ashim membaca (mim-lam-kaf) dengan alif (maaliki/pemilik), sedangkan imam-imam lain membaca tanpa alif/pendek (maliki/raja). Cara baca: maliki yaumiddin lalu dilanjutkan dengan alif maaliki yaumiddin.

Ketika mewasal (sambung) ayat 3 dan 4 maka al-Susi membaca dengan idgham kabir (mad qshar 2 harakat, tawashuth 4 harakat, dan thul 6 harakat), sedangkan imam-imam lain membaca dengan izhar. Cara baca ar-rahmani-rrahimi-maliki/maaliki, imam al-Susi ar-rahmani-rrahiiimmmaliki yaumiddin.
– Ayat 5: tidak ada perbedaan antar qurra’ 7 dalam membaca iyyaka na’budu.
-Ayat 6: lafal (shad-ra-alif-tha) imam Qunbul membaca lafal tersebut dengan huruf sin di seluruh Alquran siratha. Khalaf membaca dengan isymam huruf za dengan shad (huruf za dibaca dengan tafkhim/isti’la). Khallad hanya di sini membaca dengan isymam. Sedangkan imam-imam lain membaca dengan shad. Cara baca: membaca ayat tadi dengan lafal shirath, lalu dengan huruf sin (siratha), kemudian isymam.
– Ayat 7: Perbedaan pada lafal shiratha sudah dijelaskan di ayat sebelumnya. Selain itu ada lafal ‘alaihim, di mana imam Hamzah membaca huruf ha dengan damah (‘alaihum), imam Qalun membaca dengan 2 wajah/cara baca: sukun mim dan shilah (‘alaihim dan ‘alaihimuu), imam Ibn Katsir hanya dengan shilah (‘alaihimuu), sedangkan yang lain hanya sukun (‘alaihum).

Cara baca: Qalun (wajah pertama), Warsy, Abu ‘Amr, Ibn ‘Amir, ‘Ashim, al-Kisa’i (Shiratha … ‘alaihim). Kemudian Qalun (wajah kedua), dan al-Bazzi (shiratha … ‘alaihimuu), kemudian Khallad (Shiratha … ‘alaihum), kemudian Qunbul (siratha … ‘alaihimuu), dan yang terakhir Khalaf (shiratha dengan isymam … ‘alaihum).

wa Allahu a’lam.

Baca Juga: Pengantar Ilmu Qira’at (12): Ibn al-Jazari dan Karya-Karyanya dalam Ilmu Qiraat

Redaksi

Redaksi

Redaksi

Tim Redaksi PP. Al-Munawwir

462

Artikel