Peringatan Asyura: JTM Padang Jagad Gelar Mujahadah Akbar

Peringatan Asyura: JTM Padang Jagad Gelar Mujahadah Akbar

Pada malam Jum’at (27/07/2023) yang bertepatan dengan hari Asyura atau 10 Muharram 1445, Jam’iyyah Ta’lim wal Mujahadah (JTM) Padang Jagad PP. Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta mengadakan acara tahunan yaitu “Mujahadah Akbar Asyura, Haul Auliya’ dan Doa untuk Bangsa”.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, agenda ini mengusung tema “Haul Auliya’, Masyayikh Krapyak, Pendiri dan Pahlawan Bangsa, Doa untuk Bangsa dan Pemilu Damai”. Acara tersebut bertempat di halaman PP. Al-Munawwir dan disiarkan pula secara live streaming melalui kanal YouTube Almunawwir TV.

Mujahadah Akbar ini dibersamai langsung oleh KH. R. Chaedar Muhaimin Affandi selaku ketua JTM Padang Jagad dan diikuti oleh ribuan jamaah, baik dari kalangan santri dan masyayikh PP. Al-Munawwir maupun dari jamaah Padang Jagad dari berbagai daerah di Indonesia.  Acara ini juga dihadiri oleh para masyayikh NU dan berbagai tokoh masyarakat.

Rangkaian acara dimulai dengan ziarah ke makam masyayikh PP. Al-Munawwir di Dongkelan pada sore hari sehabis ashar. Kemudian acara berlanjut ba’da Isya’, dibuka dengan sholawatan yang dipimpin oleh tim hadrah pusat PP. Al-Munawwir. Tak lupa di sela-sela pembacaan sholawat, lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathon pun turut dinyanyikan.

Selepas pembacaan sholawat, dimulailah acara inti yaitu khotmil qur’an, tahlil dan doa yang dipimpin oleh Dr. K. H. Mu’tashim Billah, SQ. M. Pd. I, pengasuh PP. Sunan Pandanaran . Lalu sambutan dari perwakilan keluarga dan panitia.

Selanjutnya adalah santunan 886 anak yatim yang diserahkan secara simbolis kepada 48 anak yatim. Kemudian sholat taubat, sholat tasbih, dan sholat hajat. Selepas itu, dilanjutkan dengan doa asyuro, seruan asyura, dan mujahadah akbar. Acara berlangsung khidmat sampai berakhir pada pukul 02.45 dini hari.

KH. R. Chaedar Muhaimin Affandi menyapa jamaah serta menyampaikan rasa bahagia dan syukurnya dengan berkali-kali mengucap masyaallah dan alhamdulillah, karena jamaah yang dengan semangatnya datang dari berbagai daerah.

Beliau menyampaikan bahwa hari asyura itu kita peringati karena asyura itu hari paling keramat dalam satu tahun di Islam. Keramatnya 10 Muharram itu berkaitan dengan rahasia naik turunnya derajat pangkatnya seseorang.

Maka dari itu kita mengadakan istighotsah dan mujahadah akbar sekaligus memohon agar kita semua diberikan tetapnya iman, islam, dan ihsan, senantiasa mendapat rahmat hidayah Allah, menjadi orang baik dan bernasib baik dunia akhirat, mendapat pertolongan yang terbaik dalam segalanya, dan terijabah segala doa-doa kita.

Beliau juga menyampaikan bahwa banyak kejadian-kejadian dan i’tibar pada 10 Muharram, maka dari itu beliau mengajak kepada seluruh jamaah dan komponen bangsa untuk meneladani peristiwa-peristiwa di 10 Muharram. Serta dalam rangka menyambut pemilu yang akan datang. Beliau berharap agar waktu pemilu semua elemen bangsa bisa guyub rukun walaupun pilihannya berbeda-beda, dan  semoga Allah memberikan pimpinan terbaik bagi negeri tercinta kita Indonesia.

Salah satu tujuan Mujahadah Akbar Asyura yang diadakan ini adalah untuk meneruskan intisari dawuh baginda Nabi yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan bermunajat dan berdoa, memohon keselamatan bangsa untuk mengangkat seluruh bala’ dan bencana di negeri tercinta, Nahdlatul Ulama’, jamaah Padang Jagad, dan semua yang terkait dengan NKRI.

Demikian pula santunan anak yatim dilakukan sebagai kepedulian kita pada sesama serta melaksanakan sabda Nabi agar memperhatikan dan mau merawat anak yatim.

Hal ini sesuai dengan visi Padang Jagad yaitu ikut membangun ghirrah diniyah (semangat kebangsaan), ghirrah basyariyah (semangat kemanusiaan), dan ghirrah wathaniyah (semangat kebangsaan). Harmoni kepada siapapun, harmoni dalam bermasyarakat dan beragama.

Baca Juga:

JTM Padang Jagad memegang prinsip “Yang jelek agar baik dan yang baik agar semakin baik, saling mengingatkan, saling mendoakan, tanpa membeda-bedakan siapapun”.

Sebagai penutup sambutan KH. R. Chaedar Muhaimin Affandi memberikan harapan dan pesan “Ayo yang rukun, yang akur. Resepnya orang rukun dan akur itu tidak mencari salahnya, tidak mencari kurangnya tapi mencari baiknya. Ayo bersatu hindari perpecahan, saling menyalahkan dan merasa paling benar, resepnya orang mulia itu harus selalu husnudzon kepada Allah dan berbuat baik serta kasih sayang kepada sesama. Salam perjuangan, NKRI Harga Mati…”,.

Lalu beliau akhiri dengan doa “Semoga pemilu tahun depan berjalan dengan lancar, jujur, adil, Indonesia tetap aman dan damai, dan semoga Allah memberikan pemimpin yang terbaik untuk negeri tercinta kita”

Penulis: Muhammad Wahyudi Azzukhruf

Editor: Redaksi

Redaksi

Redaksi

admin

531

Artikel