Sisi Romantisme K.H. Ali Maksum Allahu Yarham

Sisi Romantisme K.H. Ali Maksum Allahu Yarham
sumber : Nu Online

[su_heading size=”18″]“Menyongsong Haul Almaghfurlah Simbah Kiai ‘Ali bin Maksum”[/su_heading]

mbah ali maksum
sumber : Nu Online

Oleh : Arinal Husna

Surat Kiai Ali Maksum untuk Ayahanda sewaktu sekolah di Baghdad.
Krapyak, 14-3-83

ولدي المطيع إحسان الدين حفظه الله

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

1. Krapyak, Wonolelo, Alhamdulillah sehat semua. Adikmu Syaibani, alhamdulillah bisa menjadi gantimu, dekat sekali denganku. Taat, sorogan dan ngaji ba’da maghribnya rajin.

Mung wae Siti yang waktu kamu berangkat nangis, ngguguk sampe sekarang. Tansah melamunkan dirimu, merindukanmu terus menerus.

2. Pondok Krapyak sekarang semakin maju. Pengajian-pengajian tambah gayeng ada yg ngajar di luar kelas, di kamar, di aula, di ruang E F, di perpustakaan. Alhamdulillah aku seneng banget. Ba’da ashar dipakai untuk kursus Bahasa Arab, ba’da maghrib dan subuh seperti biasa, tsanawiyah aliyah semenjak dipegang seratus persen oleh Hasbullah alhamdulillah tambah rajin dan disiplin.

3. Gedung Madrasah Diniyah bertingkat dg bahan beton. Alhamdulillah sudah jadi megah dan ganteng! Murid-muridnya alhamdulillah tambah banyak. Begitu juga yang mengajar semangat sekali. Apalagi kalo ngajar di kelas senior. Tamam, Muzani, Ja’far, Haidar, Nawawi, Heritopo lll. Ida, Faroh, Atirah lll.

baca juga : KH. Buchori Masruri tentang KH. Ali Maksum (Bagian I)”

4. Hilmi, Apison, Zaki alhamdulillah maju2 sekolahnya. Sudah pada ikut sorogan semua pinter2. Mau pada di sunat besok tanggal 10 Jumadil Akhir bareng haul.

5. Haul krapyak besok besar-besaran karena bubaran sidang MPR. Anggota PB jakarta tak undang semua.

6. Najib ‘Abdul Qadir kemarennya pas hari senin 7 maret mendadak diberangkatkan oleh Kanwil Jogja ke Makkah dalam rangka MHQ. Mudah-mudahan sukses.

7. Kelik sudah bisa nyopir kol mini, kalo ada tamu mesti dia minta yang mengantar ke terminal, mungkin karena diparingi duit. Sudah punya SIM. Tapi ya masih seperti biasanya. Doakan saja semoga termasuk golongan yang di ngendikaake Kanjeng Nabi أكثر أهل الجنة البله

8. Waladi Zainuddin Maftuhin semenjak romonya wafat, langsung boyong Lasem sekarang membuat pondok, alhamdulillah sudah hampir jadi.

9. Masjid pondok krapyak setelah direhab, bentuknya seperti Masjidil Aqsa, alhamdulillah!

10. Aku berharap sekali kamu memberi kabar. Manggonmu ning endi? Kumpul sopo? Hariane kepiye? Entuk beasiswa piro? Sinaune ono ing ngendi? Opo wae sing dipelajari? Biso langsung ing jaami’ah opo isih persiapan? Wes krasan tenan opo isih kebayang-bayang sing nangisi naliko brangkatmu?
Kamu harus sering2 kirim surat ke aku, selain memberi kabar tentang dirimu sendiri juga waladi asyhari sekalian. Aku akhir-akhir ini tidak pernah kirim surat.

Maklum kamu kan sudah tau kesibukanku. Selain di pondok Krapyak juga kedudukanku sebagai rais ‘am, mengurus laporan dari cabang, wilayah sampai ranting membuatku tidak pernah istirahat. Meskipun itu semua tugas tanfidhiyah tetapi karena saking percayanya cabang, wilayah-wilayah maka seringnya apa apa langsung ke aku. Doakan kuat saja aamiin.

baca juga : Mbah Ali, Pohon Kristen dan Anomali Logika Beragama”

11. Wasiatku padamu: Kamu harus sungguh-sungguh belajar mumpung masih muda.

ما أوتي عالم علما الا هو شاب

Juga anggonmu mumarosah bahasa Arab, kitabah, insya’ sungguh-sungguh diintensifkan.

Kapan-kapan kalo sudah kembali ke Indonesia jangan langsung cari kerjaan di Jakarta atau langsung pulang ke Wonolelo. Kamu tak wajibkan khidmah di pondok Krapyak setahun, syukur dua tahun. Sambil mengembangkan syakhsiyyahmu. In sya allah besar sekali manfaatnya untuk kamu selamanya.
Harus diniati dari sekarang, tholabul ‘ilmi mu akan menjadi ibadah yang besar manfaatnnya dunia akhirat.

12. Kamu kalo salat dimana? Apa di masjid yang dekat dengan pesareannya syaikh Abdul Qodir al Jailani? Kalo kamu sowan di pesareannya tawassul minta kepada allah subhanahu wa ta’ala semoga aku sekeluarga pinaringan wilujeng, husnul khotimah. Aamiin.

والسلام
“abuukum”[]

*surat dari Kiai Ali Maksum untuk ayahanda penulis

Redaksi

Redaksi

admin

514

Artikel