Seperti yang kita tahu, sebentar lagi kita akan menyambut bulan penuh keberkahan yaitu bulan suci ramadhan. Bulan yang didalamnya terdapat kewajiban untuk berpuasa, sudah siap berpuasa? Banyak orang menganggap puasa sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Padahal sebenarnya puasa adalah cara tubuh melakukan factory reset agar mesin biologis kita kembali prima.
Bayangkan tubuh kita seperti rumah. Jika kita terus-menerus makan, kita seperti terus memasukkan barang baru tanpa sempat membuang sampah. Saat berpuasa, tubuh mengaktifkan mode autofagi.
Ini adalah kondisi di mana sel-sel tubuh mulai memakan komponen rusak dan protein basi di dalamnya untuk diubah menjadi energi baru. Selain itu puasa juga memberi jeda bagi jantung dan pencernaan. Selama belasan jam, saluran pencernaan kita yang biasanya bekerja nonstop akhirnya bisa beristirahat. Efek domino positifnya menjalar ke mana-mana kadar gula darah stabil dan tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin, yang merupakan kabar baik untuk mencegah diabetes. Jantung juga terasa lebih tenang.
Penelitian menunjukkan puasa membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat (LDL). Selain itu otak yang lebih tajam, bukan lemas. Pernah merasa lebih fokus saat perut kosong? Itu bukan hanya perasaan saja. Saat berpuasa, otak memproduksi protein khusus bernama BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor). Protein ini berfungsi membantu kita berpikir lebih jernih, meningkatkan memori, dan menjaga kesehatan mental. Pagi sampai sore bisa menjaga lapar dan dahaga tapi setelahnya malah seperti balas dendam, itu tidak baik.
Berikut tips agar berbuka tidak seperti balas dendam. Puasa sehat ada pada dua waktu krusial yaitu sahur fokus pada karbohidrat kompleks (seperti gandum atau nasi merah) dan serat agar energi bertahan lama. Saat berbuka, awali dengan air putih dan buah manis alami (seperti kurma). Hindari langsung menggempur perut dengan gorengan dan santan berlebih agar mesin pencernaan tidak “kaget”. Pada akhirnya, puasa bukan sekadar menunda waktu makan, melainkan cara kita menghargai tubuh yang sudah bekerja keras tanpa henti. Dengan memberikan jeda, kita sebenarnya sedang memberi kesempatan bagi diri kita sendiri untuk sembuh, tumbuh, dan kembali fit. Mari jadikan momen puasa ini sebagai langkah awal menuju gaya hidup yang lebih sadar dan bermakna. Selamat menjalankan puasa dengan hati yang tenang dan tubuh yang bugar.
Firda Aulia Ali
Firda Aulia Ali
Nama: Firda Aulia Ali. Asal: Ponorogo Jawa Timur. Santri dari Komplek Q yang sedang menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
2
Artikel


