Bekal Empat Sehat Lima Sempurna untuk Menyambut Ramadhan

Bekal Empat Sehat Lima Sempurna untuk Menyambut Ramadhan

Almunawwir.com – Puasa Ramadhan tahun 1444 H sudah di depan mata, tinggal menghitung hari tamu agung umat muslim akan segera datang. Bulan yang sangat dinantikan, penuh berkah dan tentunya penuh ampunan.

Waktu Ramadhan ini sangatlah istimewa, karena seperti yang kita tahu, pada bulan ini setan-setan dikerangkeng.

Kita sebagai umat muslim dapat fokus beribadah dan beramal saleh secara maksimal, terlebih pahala yang kita dapatkan juga berlipat ganda.

Ramadhan
Sumber Gambar: hiamag.com

Menjalani puasa Ramadhan selama satu bulan penuh tentunya memerlukan tenaga dan persiapan yang matang. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan diri kita untuk menyambut bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Ada banyak sekali bekal, persiapan, dan sangu yang harus disiapkan untuk menyambut Ramadhan.

Artikel ini merangkum bekal 4 sehat 5 sempurna yang harus kita siapkan, yaitu:

Pertama, persiapan keimanan.

Persiapan secara keimanan meliputi persiapan secara spiritual berupa pengendalian hati. Menjaga hati agar memiliki rasa ikhlas dan bersih dari penyakit hati seperti iri, hasad, takabur, riya’, sombong, dendam, permusuhan, dan sebagainya.

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, hendaknya kita bersilaturahmi dengan umat muslim lain untuk saling memaaafkan dan mengikhlaskan kesalahan satu sama lain.

Persiapan keimanan juga dapat dilakukan dengan menghindari maksiat seperti menjaga pandangan, menahan diri, dan mengendalikan hawa nafsu.

Selain itu, persiapan keimanan lain juga dapat dilakukan dengan membaca doa menyambut bulan Ramadhan:

اَللّهُمَّ سَلِّمْنِيْ مِنْ رَمَضَانَ٬ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ٬ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّيْ مُتَقَبَّلًا

Artinya ; “Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat menuju bulan) Ramadhan, sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah (amal-amal)ku (di bulan) Ramadhan.”

Kedua, persiapan fisik.

Persiapan secara fisik meliputi kegiatan check up kesehatan kita sebelum memasuki Ramadhan agar badan kita memiliki kemampuan yang optimal dalam melaksanakan puasa selama satu bulan penuh nantinya. Jika badan merasa kurang sehat maka sebelum memasuki bulan Ramadhan kita bisa mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat.

Misalnya mengendarai motor di sore/malam hari tanpa tujuan atau begadang tanpa mengerjakan hal yang bermanfaat. Selain itu, olahraga teratur, minum air putih yang cukup, mengatur pola makan dan kontrol asupan vitamin juga wajib disiapkan agar nantinya kebiasaan baik ini terbawa selama puasa Ramadhan berlangsung.

Ketiga, persiapan keilmuan.

Persiapan keilmuan meliputi pemahaman intelektual mengenai ibadah puasa yang akan kita jalankan. Sebagaimana pesan Imam Al Ghazali, yaitu; “Ilmu tanpa amal adalah gila, dan amal tanpa ilmu tiada nilainya”.

Agar puasa kita bernilai maka kita harus berbekal ilmu tentang ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain selama bulan Ramadhan.

Ilmu-ilmu tentang ibadah puasa ini meliputi hukum, aturan-aturan syariat berpuasa, keutamaan-keutamaan berpuasa, dan cara beribadah sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.

Keempat, persiapan harta.

Persiapan harta pada bulan Ramadhan tidak meliputi persiapan materi untuk membeli kebutuhan selama makan sahur dan berbuka puasa yang mewah, mahal, dan cenderung berlebihan.

Melainkan persiapan finansial ini meliputi materi yang cukup untuk menunjang ibadah kita dalam beramal, bersedekah, dan berinfak.

Bulan Ramadhan disebut juga sebagai bulan muwaasah, bulan santunan, atau bulan pelipur lara.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah berupa memberi santunan kepada orang lain, berapa pun jumlahnya, meskipun hanya sekadar sebiji kurma atau seteguk air.

Kelima, bergembira.

Keempat persiapan yang dijelaskan di atas rasanya akan kurang jika kita tidak merasakan kegembiraan di dalam diri kita dalam menyambut bulan Ramadhan.

Bergembiralah dalam menyambut bulan Ramadhan karena bulan ini banyak kemuliaan, keberkahan, dan kenikmatan yang tiada tara jika dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain.

Sebagaimana dalam Hadits Shahih yang diriwaytkan oleh Imam Nasa’i:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan kepadamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu.”

Alhasil, dalam melaksanakan puasa diharapkan tidak hanya menahan makan, minum, dan segala yang membatalkan. Puasa diharapkan dapat membentuk mental kita menjadi umat muslim yang beriman, bertaqwa, dan beribadah penuh keikhlasan kepada Allah swt.

Empat sehat lima sempurna yang telah disebutkan di atas adalah upaya untuk mencapai tujuan menjadi muslim yang taat selama bulan Ramadhan.

Harapannya adalah agar membentuk karakter muslim yang kuat dalam menghadapi bulan-bulan berikutnya hingga datangnya lagi bulan Ramadhan selanjutnya.

Baca juga: Decluttering Ala KH Zainal Abidin Munawwir

Syarifah Zaidah

Syarifah Zaidah

SyarifahZaidah

2

Artikel