Kapan Fikih Itu Ada? Kenali Periodisasi Perkembangannya

Kapan Fikih Itu Ada? Kenali Periodisasi Perkembangannya

Menurut bahasa, fikih berasal dari kata faqiha yang berarti mengerti atau memahami. Sedangkan secara istilah, fikih adalah salah satu cabang ilmu agama Islam yang membahas tentang tata cara beribadah. Fikih merupakan produk pemikiran ulama yang memberikan jawaban atas persoalan yang hadir di tengah masyarakat, baik dalam ranah ibadah maupun muamalah. 

Pada awalnya, fikih mencakup semua aspek ajaran keagamaan, baik keyakinan, sikap atau perbuatan, moral, dan hukum. Namun, dalam perkembangannya, ruang lingkup fikih terbatas pada persoalan-persoalan praktis atau tata cara dalam pelaksanaan ibadah.

Saat ini banyak orang yang belajar tentang fikih, tetapi jarang yang paham akan sejarah perkembangannya. Maka dari itu, berikut pembahasan singkat terkait dengan periodisasi perkembangan fikih.

Istilah fikih pada awalnya belum dikenal pada masa Nabi saw. Fikih mulai dikenal pada masa tabi’in dan tabi’ut-tabi’in, yaitu pada periode ijtihad dan perkembangan hukum. Sejarah dan perkembangan fikih sendiri secara umum terbagi menjadi empat fase utama, yaitu Fase Nabi, Fase Khulafa Ar-Rasyidin, Fase Tabi’in dan Fase Kodifikasi.

Fikih dimulai dengan Fase Nabi, terdapat dua periode perkembangan, yaitu periode Makkah dan periode Madinah. Hukum pada periode Makkah mengarah pada pembentukan individu dalam hal keimanan dan karakter. Hanya sedikit putusan hukum praktis yang terungkap dan tidak terlalu terinci.

Sedangkan pada periode Madinah, difokuskan pada hukum rinci perbuatan manusia. Ciri dari Fase Nabi adalah hukum tidak diwahyukan sekaligus, tetapi berangsur-angsur dan terbentuk secara perlahan.

Pada fase kedua atau Fase Khulafa Ar-Rasyidin, muncul dua sumber hukum baru, berupa ijmak dan ijtihad. Ijmak adalah kesepakatan para sahabat dan ijtihad adalah pendapat pribadi sahabat. Dua sumber hukum ini berkembang seiring dengan kemajuan masyarakat Muslim.

Para sahabat mendapati persoalan yang tidak mereka dapatkan selama masa Nabi saw. sehingga mengharuskan mereka menentukan putusan dari persoalan baru ini.

Pada fase ketiga, yaitu Fase Tabi’in, cara pengambilan hukum tabi’in mirip dengan pada Fase Sahabat. Mereka akan menggunakan Al-Qur’an, Sunnah, Ijmak dan Qiyas (analogi) dalam pengambilan hukum.

Masyarakat di era ini semakin maju dan berkembang, sehingga muncul persoalan-persoalan baru yang belum pernah muncul sebelumnya dan membutuhkan putusan hukum. Akhirnya banyak ahli hukum di antara sahabat dikirim ke belahan dunia Islam sebagai guru dan hakim. 

Pada fase terakhir atau kodifikasi, fikih mengalami pertumbuhan dan pemurnian yang ekspansif (meluas). Fikih berkembang menjadi disiplin independen. Mulai banyak ahli hukum, mujtahid besar yang meletakan dasar pemikiran mereka masing-masing.

Dari empat fase tersebut, fase yang paling dikenal adalah fase kodifikasi karena terdapat empat imam madzhab. Keempat iman madzhab tersebut yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hanbali. 

Selain dari keempat fase di atas, fikih juga mengalami perkembangan pada masa empat imam madzhab. Diawali oleh Imam Hanafi atau nama aslinya adalah Nu’man bin Tsabit bin Zauthi (80-150 H) merupakan pendiri madzhab Hanafi yang berasal dari Kufah.

Madzhab ini diawali oleh Imam Abu Hanifah yang dikenal sebagai ahli ra’yu serta faqih dari Iraq. Madzhab Hanafi juga dikenal banyak menggunakan ra’yu, qiyas, dan istihsan. 

Selanjutnya, ada Madzhab Maliki yang didirikan oleh Imam Malik bin Anas bin Amir Al-Ashbani. Beliau lahir di Madinah pada tahun 93 H. Imam Malik termasuk yang sangat berhati-hati dalam berfatwa. Beliau hanya akan menjawab pertanyaan yang ia tahu jawabannya. Madzhab Maliki tersebar di negeri Hijaz karena disitulah ia lahir dan berkembang. Kitabnya yang paling terkenal adalah Al-Muwattha’.

Setelah Madzhab Maliki, ada pula Madzhab Syafi’i yang didirikan oleh Imam Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Syafi’I (150-204 H). Beliau merupakan murid Imam Maliki. Imam Syafi’i adalah imam yang mensyiarkan madzhabnya dengan cara melakukan perjalanan-perjalanan dan menulis kitabnya sendiri serta mendiktekan kepada murid-muridnya. Kitab karya Imam Syafi’i paling terkenal yaitu Al-Umm yang menjadi rujukan kalangan madzhab Syafi’i.

Kitab al-Umm karya As-Syafi’i

Madzhab terakhir dari empat madzhab yang paling masyhur dan banyak diikuti yaitu Madzhab Hanbali yang didirikan oleh Imam Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad Asy-Syaibani (164-241 H).

Imam Ahmad bin Hanbal berguru kepada Imam Asy-Syafi’i di Baghdad. Beliau adalah murid Imam Syafi’i yang paling cerdas dan mampu berijtihad sendiri. Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Musnad yang memuat lebih dari empat puluh ribu hadis. 

Kesimpulannya, periodisasi perkembangan fikih dimulai dari fase Nabi saw. dan memuncak pada masa empat imam madzhab. Fikih berkembang dari yang awalnya mencakup lebih luas tentang ajaran Islam, sekarang telah menjadi satu disiplin ilmu yang fokusnya membahas teknis pelaksanaan dalam beribadah dan bermuamalah.

Penulis: Faiz Fawwas Farhan (Komplek K3 Arafah)

Editor: Redaksi

Baca Juga:

Redaksi

Redaksi

admin

522

Artikel