Pentingnya Memprioritaskan Kewajiban Dibanding Memprioritaskan Hak

Pentingnya Memprioritaskan Kewajiban Dibanding Memprioritaskan Hak
Sumber foto : ricoerlangga34.blogspot.com

Di Indonesia terdapat begitu banyak kasus dimana sebagian oknum–oknum tertentu menjalankan tugasnya tidak sesuai ketentuan yang berlaku. Banyak dari mereka yang hanya memikirkan kepuasaan pribadi tanpa sedikitpun planning mengenai masyarakat atau sekelompok orang yang menjadi bawahan atau tanggung jawabnya. Bahkan, akhir–akhir ini marak terjadi bentuk penyalahgunaan kekuasaan seperti seorang atasan yang melakukan tindak kekerasan terhadap bawahannya.

Sedangkan di negara ini, setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang tidak sepantasnya dilalaikan. Pengetahuan dan pemahaman mengenai defenisi hak dan kewajiban juga perlu menjadi perhatian khusus bagi setiap orang guna menjadi salah satu penunjang tumbuhnya kedua hal tersebut pada pribadi masing-masing.

Kewajiban merupakan hal yang harus dilaksanakan oleh seseorang sedangkan hak merupakan  sesuatu yang sudah sepantasnya diperoleh oleh setiap orang setelah melaksanakan tugasnya (kewajiban) . Dalam lingkungan masyarakat, sudah pasti tidak asing dengan kedua istilah ini. Keduanya hampir sama dengan istilah sebab dan akibat, di mana ada akibat di situ ada sebab seperti perumpamaan ‘dimana ada asap di situ pasti ada api’.

Jika dihadapkan dengan dua hal, antara menuntut hak dan melaksanakan kewajiban, manakah kiranya yang lebih dahulu diprioritaskan?

Dalam konsep ini, seseorang harus memiliki kesadaran bahwa sebelum menuntut hak maka harus terlebih dahulu melaksanakan kewajiban. Bukan justru sebaliknya, menikmati hak tetapi tidak melaksanakan kewajiban. Sebagaimana dalam Q.S. Al-Maidah : 32 yang artinya :

“Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolaholah ia memelihara kehidupan semuanya”

Sebagai makhluk sosial yang tidak mampu hidup tanpa bantuan orang lain maka perlu adanya kesadaran untuk saling memelihara karena setiap orang memiliki hak dan kewajiban terhadap kehidupan serta setiap hal yang terkandung di dalamnya seperti pada contoh di bawah ini:

1. Seorang guru yang menuntut gaji tetapi tidak melaksanakan tugasnya yaitu mencerdaskan anak bangsa. Hal ini mendapat julukan makan gaji buta.

2. Seorang santri yang mengharapkan ridho tetapi tidak melaksanakan kewajiban sebagai seorang santri.

3. Seorang anak yang mengharapkan kasih sayang kedua orangtuanya tetapi tidak mengetahui cara menghormati dan mengasihi orang tuanya.

Segala sesuatu memiliki hubungan timbal balik, keterkaitan maupun keserasian. Maka, sudah seharusnya setiap manusia mendapatkan apa yang sudah menjadi miliknya dan sudah sepantasnya setiap manusia memiliki kesadaran akan setiap hal yang sudah menjadi kewajibannya. Kelak segala sesuatu akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat, lantas maukah kita jika kewajiban yang seharusnya dilaksanakan di dunia justru menjadi penghambat memasuki surga Allah SWT karena kelalaian akan hal itu?

Baca juga: Budaya Santri Milenial di Tengah Modernisasi

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membiasakan tentang pentingnya hak dan kewajiban di antaranya yaitu; 1) Sadar diri akan kewajiban dan tanggungjawab. Setiap orang harus sadar dalam melakukan kewajiban dengan penuh tanggung jawab sebagaimana orang tersebut bersemangat dalam memperjuangkan haknya.

2) Berkaca pada orang sekitar. Ada baiknya jika dihadapkan pada keadaan tidak bersemangat atau selalu menyepelekan suatu hal maka berkacalah pada orang-orang di sekitar, terlebih pada orang yang lebih di bawah dari kita.

3) Mengingat bahwa roda kehidupan terus berputar. Jika seseorang tidak menghargai orang lain maka di suatu waktu orang tersebut juga akan mendapatkan perlakuan yang sama. Setiap orang memiliki kewajiban menghormati dan setiap orang memiliki hak dihormati, tapi sebelum menuntut hak untuk dihormati seseorang perlu menjalankan kewajiban untuk menghormati.

Berpendapat semudah membalikkan telapak tangan, yang sulit yaitu pengaplikasiannya. Bahkan, yang menyampaikan hal ini pun juga masih belum tentu mampu menjalankannya. Tetapi kita perlu sadar bahwa :

“Laksanakan apa yang sudah menjadi kewajiban mu dan tuntut apa yang sudah menjadi hak mu, tanpa mengurangi rasa hormat mu terhadap apa yang sudah menjadi kewajiban dan hak ku. Nasihat tidak selamanya datang dari orang baik justru kadang nasihat juga datang dari orang yang buruk. Maka, jangan melihat dari siapa nasihat itu terlontar tetapi resapilah dan cerna setiap hal positif yang dikandungnya”

Baca juga: Say Yes To Istiqomah

______

Oleh: Narda Nasar ( Komplek Nurussalam Putri )

Editor: AN Balqis

Redaksi

Redaksi

Redaksi

Tim Redaksi PP. Al-Munawwir

462

Artikel