Ramadhan telah tiba, resolusi apa yang kamu rencanakan?
Bulan Ramadhan menjadi bulan yang selalu dirindukan, bahkan merasa bahagia ketika bulan ini datang pun menjadi tanda akan hidupnya iman di hati seseorang. Momentum yang tepat bagi Umat Muslim untuk meningkatkan ibadahnya agar bisa lebih dekat dengan Allah SWT. Namun apakah semangat kita hanya di awal bulan saja atau bisa bertahan sampai akhir bulan?
Sebagai seorang Muslim, tentulah kita harus mempersiapkan diri untuk melaksanakan berbagai ibadah di bulan Ramadhan. Bukan hanya fokus meningkatkan kualitas ibadah, tapi juga harus bisa menjaga konsistensi dalam ibadah tersebut. Banyak yang hanya bisa bertahan di awal saja, namun di pertengahan mulai kendor lagi, padahal hari-hari terakhir bulan Ramadhan itu lebih utama dari hari-hari awal.
Ramadhan sebagai momentum perubahan
Untuk menjadi orang yang lebih baik tentu diperlukan adanya perubahan, terlebih lagi di bulan Ramadhan ini setiap perubahan kecil seperti meningkatkan amal sholeh akan dilipat gandakan pahalanya. Bulan Ramadhan ini juga terkenal dengan bulan yang penuh ampunan, dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah jika kita mau untuk meminta ampun kepada-Nya. Namun apaka kita akan melakukan kesalahan yang sama setelah Ramadhan usai?
Allah SWT berfirman
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Sudah jelaslah ayat tersebut bahwa kita diperintah untuk berpuasa dengan tujuan agar menjadikan kita sebagai orang-orang yang bertaqwa. Apabila kita belum menjadi orang yang bertaqwa maka di bulan Ramadhan inilah waktu yang tepat untuk merubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Perubahan yang kita lakukan seharusnya tidak hanya sebatas saat bulan Ramadhan tiba, bukan hanya mendadak rajin ibadah pada bulan ini namun setelah bulan ini usai akan kembali malas untuk beribadah. Bahkan salah satu tanda mendapat keutamaan di bulan Ramadhan adalah perubahan yang tampak setelah bulan ini usai.
Bulan diturunkanya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup Umat Islam
Disebutkan dalam Al-Qur’an
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ
ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan. Dengan dalil tersebut maka sebaiknya Umat Muslim meningkatkan membaca Al-Qur’an sebagai bentuk upaya dalam menghidupkan bulan ini. Namun apakah cukup dengan hanya membacanya?
Membaca Al-Qur’an memang menjadi ibadah meskipun tidak mengetahui makna didalamnya, akan tetapi lebih baik jika berusaha memahami dan mempelajari apa yang terkanudng di dalamnya. Akan tetapi jangan sampai kita malas membacanya hanya karena tidak mengetahui maknanya.
Ahmad Labib Arifin
Ahmad Labib Arifin
Memiliki ketertarikan di bidang sosial-keagamaan, pernah menjadi reporter di jurnalistik Ponpes Balekambang
2
Artikel


