Resep Amal Sederhana tapi Berbobot, Ucapkan Hamdalah

Resep Amal Sederhana tapi Berbobot, Ucapkan Hamdalah
ILUSTRASI – Ulama. (Foto: NU Online/Jawa Pos)
ILUSTRASI – Ulama. (Foto: NU Online/Jawa Pos)

 

Kalimat hamdalah terdiri dari 8 huruf. Begitu halnya jumlah pintu surga. Allah swt menjanjikan terbukanya kedelapan pintu surga tersebut untuk orang yang mengucap hamdalah. Semudah itukah membuka pintu surga? Dilandasi keimanan, rasa syukur bukan hanya diucapkan dengan lisan. Hadirnya suara hati memuji Allah serta bukti dalam bentuk perbuatan juga perlu dilakukan.

Memuji Allah swt semestinya tidak hanya dilakukan ketika baru mendapat nikmat. Karena pada dasarnya segala sesuatu yang ada di alam raya ini adalah nikmat yang diberikan Allah swt untuk kita, termasuk tubuh kita dengan segala fungsi dan fasilitas untuk menunjang berfungsinya tubuh. Maka sebanyak apapun pujian untuk Allah swt, tidak akan pernah dapat dibandingkan dengan banyaknya nikmat yang diberikanNya kepada kita. Bahkan pujian yang kita berikan kepada Allah swt merupakan nikmat dari-Nya.

Lalu, bagaimana kita harus bersyukur?

Nabi Musa pernah bertanya secara langsung kepada Allah swt. “Ya Allah, kapan hamba disebut telah memuji-Mu?” Allah swt pun menjawab “Ketika kamu mengakui kelemahanmu untuk memuji-Ku. Disitulah kamu sedang memuji-Ku.”

Cara bersyukur adalah dengan memuji Allah swt dan mengakui kelemahan dihadapanNya. Bukan sekedar ucapan, pujian kepada Allah swt juga harus diiringi dengan bukti perilaku sehari-hari seperti tidak mengeluh ketika mendapat kesulitan. Kualitas ibadah juga perlu ditingkatkan dimulai dari menetapkan niat pada semua kegiatan untuk mencari ridha Allah swt.

Sebagai makhluk yang lemah di hadapan Allah swt, kita tidak perlu khawatir atas urusan nikmat yang pasti diberikan Allah swt kepada kita karena Allah swt ridha memberikan berlipat nikmat meski dengan pujian sedikit dari para hambaNya. Satu bacaan tasbih akan dibalas dengan 10 kebaikan, satu bacaan tahlil akan dibalas dengan 20 kebaikan dan satu bacaan tahmid akan dibalas dengan 30 kebaikan.

Demikianlah isi mukadimah dari ngaji balagh Ramadan kitab Qurrotul Uyun yang diampu oleh K.H. Mushlih Ilyas. Pengajian ini diselenggarakan selama bulan Ramadhan di Aula AB setiap pukul 21.00 WIB. Beliau berpesan kepada para santri “Wes, rasah ngitung-ngitung dzikirmu. Woconen terus tanpo mandeg.” (”Sudah, tidak perlu menghitung-hitung dzikirmu. Baca saja terus jangan sampai berhenti.”)

 

Isna Sholihatur Rohmaniyah

Isna Sholihatur Rohmaniyah

Isna Sholihatur Rohmaniyah

Santri Komplek R2 dan Pegiat Kajian Konseling Islam

14

Artikel