Semarak Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyyah Salafiyyah V

Semarak Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyyah Salafiyyah V

Almunawwir.com-Madrasah Salafiyah V PP. Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta kembali menggelar Haflah Akhirussanah pada Sabtu, 02 Maret 2024 M / 22 Sya’ban 1445 H bertempat di Aula AB PP. Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta.

Dzuriyyah dan Asatidzah Madrasah Diniyyah V Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta

Sebagaimana seremonial pada tahun sebelumnya, acara ini diikuti oleh para Dzuriyah, dewan asatidz-ustadzat, dan 230 santriwati. Acara kali ini diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber, Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, S.Ag., M.Ag., dan 25 peserta wisudawati.

Tampak hadir pula pada acara ini, Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah, M.Si (Istri Al-Maghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir, putra ke-9 KH. Munawwir Krapyak), KH. Khoiruzzad atau Gus Izad (putra kedua KH. Zainal Abidin Munawwir), Ibu Nyai Khumairo atau Ning Elok (putri ketiga KH. Zainal Abidin Munawwir), Ibu Hj Faizah Nurul Hidayah (Staff Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Bantul), serta para Dzuriyah dan dewan asatidz-ustadzat lainnya.

Acara dimulai dan dibuka setelah Isya oleh tim Nasyid dan MC (Master Of Ceremony) Firdatul Aulia dan Faizatul Muniroh dengan diawali pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Sofia Mawadah Al Insyirah dan dilanjutkan dengan prakata.

Prakata pertama oleh Isna Sholihatur Rahmaniah (Ketua Pengurus Madrasah Salafiyah V). Kedua, Ibu Hj Faizah Nurul Hidayah (Staff Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Bantul), dan Ketiga, Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah, M.Si (Mudir Madrasah Salafiyah V Al-Munawwir).

Acara yang diikuti oleh 250 peserta ini kemudian dilanjutkan dengan prosesi wisuda yaitu pengalungan samir dan penyerahan syahadah kepada peserta wisudawati lalu disambung dengan pembacaan shorof Krapyak oleh para wisudawati. Acara berlanjut dengan Pelantikan dan Pengangkatan Pengurus Madrasah Salafiyah V Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta oleh Ning Khumaero (Ning Elok) dan dilanjutkan dengan pengumuman dan pemberian apresiasi kepada santriwati berprestasi Madrasah Salafiyah V yang diberikan oleh Gus Khoiruzzad, tahun ajaran 1445 H.

Mulai dari kelas I’dad, saudari Ika Sulistiani, kelas ula, saudari Miftahul Adila, kelas tsani, saudari Hamidah Kameliatin Nada, kelas tsalis, saudari Intan Maulida Rahma, kelas rabi’, saudari Naila Putri Salsabila, dan santri teladan Madrasah Salafiyah V diraih oleh saudari Muna Min Ahsani Amalina.

Isna Sholihatur Rahmaniah, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran para asatidzah dan mengucapkan selamat kepada wisudawati serta menyampaikan bahwa esensi dari pengabdian adalah bentuk terima kasih kepada Ibu Nyai, para guru, pondok pesantren.

Umumnya, setelah belajar di Madin (Madrasah Diniyah) selama empat sampai lima tahun, saatnya mengabdikan diri kepada pondok. Dengan harapan setelah pulang dari pondok, para santri sudah dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah didapatkan di pondok.

“Semoga teman-teman yang diwisuda malam ini bisa menjadi uswatun hasanah bagi adik-adiknya dan salah satu syarat pulang, minimal pengabdian satu tahun. Ngendika bu nyai ‘ojo kesusu nikah’ bisik Ibu Nyai Ida Fatimah,” sambungnya. “Setelah diwisuda malam ini, teman-teman memiliki program pengabdian selama satu tahun. Sehingga seperti yang sudah sering teman-teman dengar, Ibu Nyai Ida berpesan bahwa harus menggunakan waktu dan kesempatan mondok di Krapyak dengan sebaik-baiknya.

Kalau ngendikanya Pak Yai Yunan, Krapyak itu leng-nya barokah, sumbernya barokah. Sangat disayangkan jika teman-teman tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di Pondok,” ucap ketua pengurus Madrasah Salafiyah V, mengutip nasihat dari Kiai Yunan.

Baca Juga:

Sambutan kedua disambung oleh Ibu Hj Faizah Nurul Hidayah. Beliau mengucapkan selamat kepada santi-santri yang diwisuda,

“Selamat kepada santri-santri yang diwisuda pada malam hari ini. Semoga ilmu yang sudah didapatkan betul-betul dapat memberikan kemanfaatan maslahat barokah di mana saja njenengan berada. Karena kami yakin ya, di manapun setelah keluar dari almamater Krapyak ini, berapapun ilmu yang sudah didapatkan meskipun hanya satu huruf. Ketika sudah kembali ke masyarakat itu, betul-betul bisa merasakan apa yang jadi manfaat dari ilmu yang sudah didapatkan,”

Beliau juga menuturkan, “Yang penting santri harus bisa berkiprah karena masyarakat di sana sudah menunggu njenengan semuanya, bagaimana nanti bisa berkiprah di masyarakat itu dengan sebaik-baiknya” ujar Beliau yang juga alumni dari Ma’had Aly Krapyak dan Staff Pendidikan Diniyyah Pondok Pesantren Kementrian Agama Kabupaten Bantul.

Sambutan ketiga disambung oleh Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah, M.Si. Beliau menuturkan dan berpesan untuk menghormati (kirim fatihah) kepada muallif-muallif kitab. Beliau mengisahkan KH. Zainal Abidin Munawwir sebagai sosok yang sangat ta’dzim kepada gurunya termasuk kepada muallif kitab.

Sambutan Pengasuh Madrasah Diniyyah V, Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah, M. Si

Ketika ada tamu berkunjung kekediaman beliau dan KH. Zainal Abidin Munawwir sedang mengajar di Ma’had Aly kemudian ibu menyampaikan ada tamu, beliau tidak langsung bergegas menemui, sampai Ibu Nyai memanggil beliau ke kelas beberapa kali. Namun bukan tanpa alasan beliau melakukan demikian.

“Beliau (KH. Zainal Abidin Munawwir) menyampaikan, ‘Saya minta maaf ya kamu jangan sakit hati. Kenapa saya belum bisa menemui meski itu tamunya sudah nunggu lama. Hanya satu (alasan), karena kita bisa membaca apa itu madzahib apa saja asybah itu bukan tulisan saya, bukan tulisan profesor tetapi itu tulisan muallif yang harus kita hormati,’ Sambung beliau mengatakan, ‘Jadi jangan sampai para santri para wisudawati ketika mengajar atau membaca (kitab) belum sampai pasal atau bab jangan berhenti. itu seakan-akan kurang menghargai kepada Muallif kitab itu,” tutur Pengasuh Madrasah Salafiyah V

Baca Juga:

Kegiatan disambung dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Narasumber, Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, S.Ag., M.Ag. Beliau menyampaikan tentang tiga majlis yang dicintai oleh Rasullah Muhammad Shallah Alaih Wa Sallam.

“Ada tiga majlis yang dicintai Rasullah, yang pertama adalah majlis ilmu majlis yang di dalamnya didiskusikan hukum-hukum Allah; Halal Haram, sunah, makruh dan seterusnya. Kedua, adalah majlis yang dicintai rasullah itu apa? Majlis dzikir, ini disebut dalam shahih Muslim;

مَا مِنْ قَوْمٍ يَجْتَمِعُونَ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَقْرَءُونَ كِتَابَ اللَّهِ و يَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidak ada suatu kaum yang berkumpul di sebuah rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan bertadarus kecuali akan turun kepada mereka ketenangan jiwa dan diliputi kasih sayang Allah dinaungi oleh para malaikat.

Maksud dinaungi oleh Malaikat itu yastagfirunahu, para malaikat memohon ampunan kepada mereka yang hadir di majlis dzikir, termasuk juga majlis ilmu dan Allah menyebut orang-orang yang di majlis dzikir. Kalau bahasa milenial itu sampean-sampean diviralkan oleh Allah Swt. Dan yang ketiga adalah majlis silaturrahmi, majlis di mana orang saling berkunjung, saling menanyakan kabar sehatnya, saling memotivasi dan seterusnya,” tutur Guru Besar Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga dan Pengasuh Pesantren Mahasiswa LSQ (Lingkar Studi al-Qur’an) Ar-Rohmah Yogyakarta.

Beliau menambahkan pada muqaddimahnya, ”Bahwa untuk menghadapi masa depan ini, kita tidak perlu ada rasa khawatir apalagi pesimis under estimate ya. Sejauh kita ini, mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam merencanakan masa depan. Masa depan (kesuksesan) itu perlu direncanakan. Orang yang tidak merencanakan kesuksesan itu, sama dengan artinya sedang merencanakan kegagalan,” lanjutnya.

Bagi anda yang belum sempat menyaksikan rangkaian Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyyah V ini, jangan khawatir karena acara ini dapat Anda saksikan kembali melalui channel Youtube Al-Munawwir Komplek R2, Haflah Akhirussanah Madrasah Salafiyah V – Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta .

Penulis: Memed Khumaedi, Santri Madrasah Salafiyyah V

Editor: Redaksi

Redaksi

Redaksi

admin

530

Artikel