Disebut Sebagai Bulan Shalawat, Madza Fi Sya’ban?

Disebut Sebagai Bulan Shalawat, Madza Fi Sya’ban?

“siapa saja yang bershalawat kepadaku (Muhammad) sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus sepuluh dosanya, dan mengangkat derajatnya sepuluh tingkatan” (H.R. An-Nasa’i)

Bulan Sya’ban juga dikenal dengan Syahru shoolati ‘ala Nabiyyi shalallahu alaihi wassalam yaitu bulan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Namun tahukah saudara mengapa Sya’ban memiliki julukan Syahru shoolati?

Mengapa Sya’ban disebut bulan shalawat?

Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani di dalam kitabnya yang berjudul “Madza fi Syaban” mengatakan bahwa Allah SWT menurunkan surah Al-Ahzab ayat 56 pada bulan Sya’ban.

Dimana ayat tersebut memberi kabar kepada seluruh umat manusia bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW, kemudian Allah memberikan perintah kepada orang-orang yang beriman untuk membaca shalawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Ibnu Hajar Al-Asqallani mengatakan bahwa ayat itu diturunkan pada bulan Sya’ban tahun ke-2 Hijriyah.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ۝٥٦

Innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ

Artinya : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (Q.S Al-Ahzab ayat 56)

Baca Juga: Kisah Selamat dari Siksa Kubur Berkah Bulan Sya’ban

Imam Qurthubi memberikan penjelasan surah Al-Ahzab ayat 56 ini di dalam sebuah kitab “Tafsir Qurthubi”

هده الاية شرف اللّه بها رسول اللّه عليه الصلاة والسلام حياته وموته، ودكرمنزلته منه…والصلاة من اللّه رحمته ورضوانه، و من الملئكتهالدعاء والاستغفار، ومن الأمة الدعاء والتعظيم الأمره

Artinya : “Ayat ini adalah penghormatan Allah kepada Nabi Muhammad SAW ketika Nabi hidup dan ketika Nabi wafat, dan ayat ini menyebutkan tingginya derajat Nabi Muhammad SAW di sisi Allah, dan shalawat dari Allah adalah rahmat dan rida-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, dan shalawat dari para malaikat adalah do’a dan permohonan ampun untuk Nabi Muhammad SAW, dan shalawat dari umatnya adalah do’a dan ta’dzim kepadanya”

Itulah mengapa bulan Sya’ban disebut sebagai bulan shalawat.

Keutamaan membaca shalawat

Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak keutamaan yang telah disebutkan dalam beberapa hadits. Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati memberikan anjuran kepada umat Islam untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW di bulan Sya’ban.

Dilansir dari laman resmi NU Online, Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati mengutip sepuluh keutamaan yang diperoleh dari membaca shalawat dari kitab karangannya yang berjudul “Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya sebagai berikut:

  1. Syafaat Nabi Muhammad, Nabi pilihan (syafa’atun nabiyyil mukhtar)
  2. Mengikuti tradisi malaikat Abrar (Al-iqtida bil mala’ikatil abrar)
  3. Membedakan diri dari orang munafik dan orang kafir (mukhalafatul munafiqin wal kuffar)
  4. Penghapusan kesalahan dan dosa (mahwul khataya wal awzar)
  5. Pemenuhan hajat dan harapan (qhadha’ul hawaij wal awthar)
  6. Penenang lahir dan batin (tanwiruz zawahir wal asrar)
  7. Keselamatan dari neraka (an-najatu minan nar)
  8. Masuk ke dalam surga (dukhulu darir qarar)
  9. Salam dari Allah yang maha mulia dan kuasa (salamul azizil jabbar)

Begitu sayangnya Allah kepada baginda Nabi Muhammad, sehingga Allah bershalawat untuknya dan memberikan keutamaan kepada orang-orang yang  membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.

Kemudian Allah berjanji “barang siapa membaca shalawat untuk Nabi Muhammad sekali saja, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali” kalau kata orang Betawi “emang ente siape?” sampai-sampai Allah bershalawat untuk kita.

Baca Juga: Menggali Ketajaman Intuisi Nabi Muhammad Saw Melalui Hadis

Apabila Allah bershalawat untuk baginda Nabi Muhammad SAW, kita sebagai umat manusia sudah seharusnya turut mengupayakan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain karena besarnya fadhilah dari shalawat, membaca shalawat menandakan bukti kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW mengingat Sirah Nabawiyah beliau dalam memperkenalkan agama Islam kepada umat manusia.

Apabila dibandingkan dengan amaliyah ibadah yang lain, shalawat adalah ibadah yang sangat ringan ketentuannya untuk diterima oleh Allah SWT. Shalawat tidak harus memiliki guru, tidak perlu sanad, boleh dibaca ketika berdiri ataupun duduk, dibaca saat ramai ataupun sendiri, diperbolehkan saat kondisi berwudhu maupun tidak.

Mari mempersiapkan diri menuju bulan suci ramadan dengan memperbanyak ibadah di bulan sya’ban yakni salah satunya memperbanyak bacaan shalawat. Mudah-mudahan dengan memperbanyak shalawat menambah rasa cinta kepada baginda Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan syafaatnya di dunia sampai akhirat. Dan semoga kita menjadi bagian dari umat baginda Nabi Muhammad SAW yang juga dicintai oleh Allah SWT.

Editor: Kavina Bi’izzika

Ajeng Diana

Ajeng Diana

Ajeng Diana

Santri Komplek R3

5

Artikel