Ziarah Maqbaroh Dan Filosofinya

Ziarah Maqbaroh Dan Filosofinya
Ziaroh Maqbaroh – Tim Media Al-Munawwir

Al-munawwir.com – Kegiatan ziarah maqbarah merupakan satu dari sekian banyak budaya yang berkembang aktif dalam masyarakat muslim khususnya di Indonesia.  Kata ziarah berasal dari bahasa arab yaitu Ziyarah yang memilki arti mengunjungi, kunjungan atau mendatangi. Sedang makna maqbaroh adalah setiap lahan atau tanah yang di dalamnya di semayamkan mayit.

Dalam rangka memperingati Haul KH. Al-Munawwir yang ke-83 ini, kegiatan ziarah maqbarah telah dilaksanakan dengan khidmat pada senin sore (13/01). Ziarah maqbaroh berlangsung dengan tahlil yang dipimpin oleh KH. Muhtarom Busyro serta ditutup doa oleh KH.Fairuzi Afiq Dalhar.  Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh santri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, alumni serta dzuriyyah dilaksanakan di komplek pemakaman Dongkelan. Acara ziarah maqbaroh ini merupakan tradisi wajib tahunan dalam serangkaian acara Haul KH. AL-Munawwir.

Dalam tradisi islam sendiri, ziarah maqbaroh sudah tumbuh sejak berdirinya islam itu sendiri. Tradisi ini dalam perkembangannya sempat dilarang, tetapi diperintahkan untuk dijalankan kembali oleh Rasulullah. Sebagiamana hadis Rasulullah :

“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah! Karena dengannya, akan bisa mengingatkan kepada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan „hujr‟ (ucapan-ucapan batil).” (H.R. Muslim)

Tujuan ziarah maqbarah ini mempunyai banyak tujuan penting yang tidak boleh diselewengkan agar tidak tercipta penyalah arti dan tujan dalam kegiatan ziarah maqbarah. Terdapat tiga spesifikasi. Pertama, mengambil pelajaran bagi peziarah mengenai kematian, peringatan hari akhirat juga melembutkan hati peziarah. Kedua, memeberikan manfaat bagi penghuni kubur, yaiutu ucapan salam (doa) dari peziarah. Seperti keterangan pada hadis dibawah ini :

Dari sahabat Buraidah juga, beliau berkata: “Rasulullah telah mengajarkan kepada para sahabatnya, bilamana berziarah kubur agar mengatakan: “Assalamu‟alaikum wahai penduduk kubur dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Kami Insya Allah akan menyusul kalian. Kalian telah mendahului kami, dan kami akan mengikuti kalian. Semoga Allah memberikan ampunan untuk kami dan kalian.”(HR. Muslim 3/65)

Baca Juga : Kisah Juang:Kang Haiat Santri Touring Penghafal Al Quran

Serta yang ketiga, untuk bertawasul. Yakni berdoa memohon hanya kepada Allah dengan menggunakan wasilah (perantara) hanyan melalui Nabi, orang saleh dan orang beramal saleh.

Berdasarkan tujuan-tujuan yang ada, maka bisa dilakukan pengkajian terhadap beberapa contoh tempat yang menjadi tradisi ziarah maqbaroh, seperti :

  • Orang yang berjasa dalam menyebarkan agama islam.
  • Orang yang berjasa dalam menyebarkan islam dan sebagai pimpinan tarekat.
  • Makam tokoh-tokoh politik.

Sehingga jelas sekali ibrah atau pengambilan pelajaran dari tujuan tradisi ziarah maqbaroh karena kejelasan mayit yang kita kunjungi.

wallahu a’lam bisshawab

Penulis : Sofia Salsabila Al Ula (Komplek Q)

Editor : Hanif Rizal

Redaksi

Redaksi

Redaksi

Tim Redaksi PP. Al-Munawwir

462

Artikel