Menggali Ketajaman Intuisi Nabi Muhammad Saw Melalui Hadis

Menggali Ketajaman Intuisi Nabi Muhammad Saw Melalui Hadis

Nabi Muhammad Bagaikan Permata

محمد بشر لا كلبشر بل هو كلياقوت بين الحجر

Muhammad (Saw) adalah manusia biasa, namun bukan seperti manusia biasa

Ia laksana batu pertama di antara bebatuan biasa

Bait yang disitir dalam sebuah syair di atas menunjukkan betapa luar biasa dan istimewanya kedudukan Nabi Muhammad SAW. Meskipun beliau adalah manusia seperti yang lain, namun keberadaannya bagaikan permata yang berkilau di tengah-tengah batu-batu biasa. Salah satu keistimewaan tersebut tercermin dalam ketajaman intuisi yang dimiliki oleh Nabi Saw.

Intuisi dalam KBBI diartikan sebagai kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa sebelumnya dipelajari, diartikan, dan dipikirkan terlebih dahulu. Keistimewaan intuisi Nabi Muhammad SAW dapat dibuktikan melalui berbagai hadis yang mencerminkan kebijaksanaan, kepekaan, dan ketajaman pengamatan beliau dalam memahami dan menanggapi situasi.

Berikut adalah hadis-hadis yang mencerminkan keistimewaan intuisi Nabi Muhammad SAW.

Hadis tentang Lalat

عبيد بن حنين قال سمعت أبا هريرة رضي الله عنه يقول قال النبي صلى الله عليه وسلم إذا وقع الذباب في شراب أحدكم فليغمسه ثم لينزعه فإن في إحدى جناحيه داء والأخرى شفاء

Ubaid bin Hunain berkata: saya mendengar Abu Hurairah Ra berkata: Nabi Saw bersabda: “Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan kemudian angkatlah, karena pada satu sayapnya penyakit dan sayap lainnya terdapat obatnya. (HR. Bukhari)

Hadis ini mencerminkan kebijaksanaan Nabi dalam hal menjaga kesehatan. Meskipun pada awalnya terlihat aneh, namun dengan penelitian ilmiah, hadis ini mengandung kebenaran. Salah satunya dalam perspektif ilmu fisika melalui teori parity dan symmetric universe.

Teori parity mengatakan bahwa atom yang merupakan bagian terkecil sesuatu di dunia diciptakan dari bagian-bagian yang saling berpasangan. Hal ini sesuai dengan QS. al Dhariyat: 49

dan segala seuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah

Teori kedua, symmetric universe mengatakan bahwa alam semesta merupakan suatu bentuk kesimetrisan. Sedangkan simetris itu sendiri ialah dua bagian yang saling berpasangan. Kedua teori tersebut saling berbicara bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki pasangan, laiknya siang dengan malam, gelap dengan terang, dan tidak terkecuali penyakit dengan obatnya seperti pada sayap lalat.

Ini menunjukkan bahwa intuisi Nabi melampaui zamannya, mengandung pengetahuan yang tidak hanya bersumber dari pengalaman, tetapi juga dari wahyu ilahi.

Hadis Syam sebagai Pusatnya Iman

إني رأيت كأن عمود الكتاب انتزع من تحت وسادتي فأتبعته بصري فإذا هو نور ساطع عمد به إلى الشام ألا وإن الإيمان إذا وقعت الفتن بالشام

Aku bermimpi melihat tiang kitab ditarik dari bawah bantalku, aku ikuti pandanganku, ternyata ia adalah cahaya sangat terang hingga aku mengira akan mencabut penglihatanku, lalu diarahkan tiang cahaya itu ke Syam, dan aku lihat bahwa bila fitnah terjadi maka iman terletak di negeri Syam. (HR. Hakim)

Mimpi Nabi Muhammad SAW mengenai Syam mencerminkan ketajaman pengamatannya terhadap kondisi politik dan spiritual di masa depan. Perlu diketahui, ulama mengatakan daerah Syam sekarang adalah Palestina lebih tepatnya daerah Asyqolan (Gaza). Melihat huru-hara yang terjadi di Gaza saat ini, menunjukkan bahwa pernyataan Nabi Muhammad SAW dalam mimpi tersebut benar adanya, yaitu meskipun konflik dan peperangan telah melanda Gaza selama berpuluh tahun, keimanan penduduknya tetap kokoh dan bahkan semakin bertambah.

Hal ini menunjukkan bahwa intuisi Nabi SAW melebihi batas ruang dan waktu, memberikan petunjuk dan visi yang mencakup masa depan umat manusia.

Hadis Kemenangan Konstantinopel

أبو قبيل قال كنا عند عبد الله بن عمرو بن العاصي وسئل أي المدينتين تفتح أولا القسطنطينية أو رومية فدعا عبد الله بصندوق له حلق قال فأخرج منه كتابا قال فقال عبد الله بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه وسلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي المدينتين تفتح أولا قسطنطينية أو رومية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مدينة هرقل تفتح أولا يعني قسطنطينية

Abu Qabil berkata: kami sedang berada bersama-sama Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash, dia ditanya: di antara dua kota manakah yang terlebih dahulu dibuka: Kostantinopel atau Rum? Maka dia meminta sebuah kotak dan mengeluarkan dari dalam kotak tersebut sebuah kitab. Dia (Abu Qabil) berkata: maka Abdullah berkata: suatu ketika kami berada bersama Rasulullah Saw sedang menulis, yaitu di saat beliau ditanya tentang dua kota, manakah yang lebih dahulu dibuka: Kostantinopel atau Rum? Maka Rasulullah Saw pun menjawab: “Kota yang lebih dahulu dibuka adalah kota Hiroclus (Kostantinopel) “ (HR. Ahmad)

Hadis ini berisi prediksi Rasulullah SAW tentang penaklukan Konstantinopel oleh umat Islam. Penaklukan ini akhirnya terjadi pada tahun 1453 M oleh Sultan Mehmed II. Penaklukan ini merupakan momen penting dalam sejarah Islam dan menandai akhir dari Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium.

Baca Juga: Isra Mikraj, Perjalanan Ruh atau Sekaligus Tubuh?

Hadis tersebut menyiratkan bahwa Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan umat Islam sebelum kota lainnya, seperti Kota Rom (Rum). Ketika Sultan Mehmed II berhasil menaklukkan Konstantinopel, ini sebagai bukti ketepatan prediksi Rasulullah SAW dalam hadis tersebut.

Melalui hadis-hadis di atas, kita dapat melihat betapa istimewanya Nabi Muhammad Saw. Itulah mengapa penting bagi kita sebagai umat Muslim untuk menggali hikmah dari ajaran Nabi SAW untuk menunjukkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, ajaran Islam memberikan pandangan yang mendalam dan relevan terhadap kehidupan manusia.

editor: Manazila Ruhma

Linda Diningsih

Linda Diningsih

Linda Diningsih

4

Artikel