NU Gelar Konbes dan Halaqah Nasional di Pondok Krapyak

NU Gelar Konbes dan Halaqah Nasional di Pondok Krapyak

Almunawwir.com-Konferensi Besar dan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama sukses dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan memperingati Harlah ke-101 Nahdlatul Ulama dengan mengusung tema “Memacu Kinerja, Mengawal Kemenangan Indonesia”. Acara ini dihelat di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta pada 29 Januari 2024.

Konbes dan halaqah nasional dihadiri oleh sejumlah pengurus dan pembesar NU dari berbagai wilayah Indonesia di antaranya, KH. Miftahul Akhyar (Rais ‘Aam PBNU), KH. Anwar Iskandar (Wakil Rais ‘Aam), KH. Afifuddain Muhajir (Wakil Rais ‘Aam), KH. Ahmad Said Asrori  (Khotib ‘Aam PBNU), Ibu Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (Mustahsyar PBNU), KH. Ahmad Mustofa Bisri (Mustasyar PBNU),  KH. Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU) dan jajaran syuriah tahfidiyah se-Indonesia.

Acara diawali dengan pembacaan khotmil Qur’an yang dipimpin oleh Gus Kholaf Muhammad dilanjutkan dengan sambutan Pengasuh PP. Al-Munawwir Krapyak, Romo KH. Abdul Hamid Abdul Qodir. Disambung dengan pidato pengarahan yang disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, KH,Yahya Cholil Tsaquf. “Nahdlatul Ulama didirikan untuk membangun satu fungsi hakim yang bisa mempersatukan perbedaan, apapun yang terjadi dikalangan umat dalam kerangka Ahlussunnah Wal Jama’ah”, sebutnya.

Setelah itu ialah penyampaian khutbah Iftitah oleh KH. Miftahul Akhyar selaku Rais ‘Aam dan dilanjut dengan tausiyah sekaligus do’a yang disampaikan oleh KH. Mustofa Bisri. Selain itu, terdapat penampilan El Corona Gambus untuk membakar semangat para tamu undangan dan mengisi interval di sela-sela acara.

Acara selanjutnya yaitu Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nasional Nahdlatul Ulama yang dipandu oleh Prof. Ismail Fajrie Alatas, Ph. D (Lakpesdam PBNU). Pada sesi ini ada pemaparan materi oleh empat narasumber yang membincangkan bagaimana strategi peradaban Nahdlatul Ulama dalam menatap masa depan.

Diawali oleh KH. Yahya Cholil Staquf  (Ketua Umum PBNU) dengan materi “Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama”, pembicara ke-2 disampaikan oleh H. Muhammad Cholil (COO Center for Shared Civilizational Values, North Caroline, USA) dengan materi “Pengaruh International terhadap Strategi Peradaban NU”,pemateri ke-3 disampaikan oleh Prof Robert W Hefner (Boston University, USA) dengan materi “Persepsi Masyarakat Global terhadap NU”, dan pembicara ke-4 yaitu KH. Dr. (HC) Afifuddin Muhajir (Wakil Rais ‘Aam PBNU) dengan materi “Strategi Peradaban dalam Perspektif Fiqih”.

“KH. Afif memberikan prinsip-prinsip tentang kaidah ushuliyah fiqhiyah yang dibangun dari tradisi dan norma-norma ulama kita, kemudian Prof. Hefner memberikan bagaimana prinsip-prinsip yang berasal dari tradisi yang diterjemahkan sehingga membentuk etika publik yang inklusif, kemudian H. Muhammad Cholil menjelaskan bahwa prinsip tersebut harus dikenalkan kepada dunia barat sebagai solusi dari masalah-masalah yang ada, kemudian Gus Yahya memberikan agenda-agenda dan strategi yang konkrit bagaimana kita maju kedepan”, sebut Prof. Ismail di penghujang acara.

Editor: Redaksi

Baca Juga:

Nafisa Putri Auliya

Nafisa Putri Auliya

Nafisa Putri Auliya

1

Artikel