Pembukaan PKR 1444 H Ponpes Al-Munawwir: Ajining Diri Ana Ing Ngaji

Pembukaan PKR 1444 H Ponpes Al-Munawwir: Ajining Diri Ana Ing Ngaji

Almunawwir.com – Rabu, 22 Maret 2023, bertepatan dengan malam 1 Ramadan 1444 H, PKR (Program Khusus Ramadan) 1444 H Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta secara resmi dibuka.

Pembukaan PKR atau bisa disebut ngaji kilatan ini digelar di Aula AB PP Al-Munawwir Krapyak. Serta dihadiri oleh masyayikh Krapyak serta para santri mukim dan laju dari berbagai daerah.

Rangkaian acaranya yaitu pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia PKR 1444 H. Sambutan kedua disampaikan oleh KH. Ahmad Shidqi Masyhuri sekaligus membuka kegiatan PKR 1444 H yang akan dilaksanakan 1-20 Ramadan 1444 H/ 23 Maret – 11 April 2023 M mendatang.

Dokumentasi Pembukaan PKR: KH. Ahmad Shidqi Masyhuri
Dokumentasi Pembukaan PKR: Para Ahlen Dalam Majelis Pembukaan PKR

Lalu disusul mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh K.H. Munawwar Ahmad (Pengasuh Komplek L) dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K.H. Muhtarom Busyro (Pengasuh Komplek M).

Baca juga: Mengenal Urgensi “Niat” Dalam Berpuasa

Acara Pembukaan PKR 1444 H mengambil tema “Ajining diri ana ing ngaji” yang berarti karga diri seseorang itu terletak pada (semangat) belajarnya. Acara tersebut sukses merekontruksi semangat para santri untuk bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu.

Dokumentasi Pembukaan PKR: KH. M. Munawwar Ahmad tengah Memberikan Mauidhoh

KH. Munawwar Ahmad dalam mauidhohnya mengatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan ‘panen amal’, dimana amalan atau ibadah yang kita lakukan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt. Thalabul ilmi adalah ibadah yang sangat tinggi derajatnya.

Maka dari itu, beliau mengajak seluruh santri untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dengan usaha sungguh-sungguh dan jerih paya. Selagi masih muda dan diberi kesempatan untuk ngaji di pondok Al-Munawwir.

KH. Munawwar Ahmad menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momen yang sangat cocok untuk menuntut ilmu, terutama santri.

Baca juga: Puasa, Qodho dan Fidyah

Dokumentasi Pembukaan PKR: KH. Muhtarom Busyro tengah Membacakan Doa

Beliau menerangkan alasan mengapa seseorang mungkin untuk berbuat maksiat padahal setan sedang dibelenggu di bulan Ramadhan. Beliau mengutip dawuh alm. KH. Zainal Abidin Munawwir:

Wong kok nglakoni duso neng wulan romadhon iku sangking banter e nefsu (li quwwatis syahwah). Setan hanya membisikkan khutuwah (jejak-jejak). Maka jangan diikuti. Kita bisa mengetahui hal tersebut ya dengan ngaji

Oleh karena itu, adanya PKR ini diharapkan bisa menjadi sarana atau fasilitas bagi para santri Al-Munawwir dan santri kilatan dalam menuntut ilmu sebanyak-bannyaknya.

Maka dengan adanya jadwal mengaji yang bervariasi tersebut. Para santri bisa memaksimalkan kesempatan ini untuk memperkaya diri dengan ilmu-ilmu yang diwariskan oleh para guru pendahulu kita.

Di akhir mauidhoh, beliau berpesan bahwa di tempat ini (PP Al-Munawwir Krapyak) kita tidak hanya menimba ilmu namun juga tabarrukan.Yyaitu mengambil berkah melalui wasilah para masyayikh kita terdahulu dan mengambil hikmah di bulan yang penuh ampunan ini.

Editor: IF

Baca juga: Ngaji Kitab Ash- Shiyam: Perkara yang Menjadikan Puasa Dihukumi Makruh

Syarafina Azatul Hidayah

Syarafina Azatul Hidayah

SyarafinaHidayah

5

Artikel