Pesantren Krapyak Dirikan TPS Loksus: Kurangi Angka Golput

Pesantren Krapyak Dirikan TPS Loksus: Kurangi Angka Golput
suasana santri putri setelah memberikan hak suaranya di TPS Loksus 908

PP Al Munawwir Mendirikan 3 TPS Lokasi Khusus

Almunawwir.com- Turunnya peraturan baru KPU (Komisi Pemilihan Umum) tentang TPS Loksus (Lokasi Khusus) yang didirikan di pesantren atau asrama bertujuan untuk memfasilitasi pemilih yang tidak dapat memilih di domisilinya saat hari pemungutan suara karena suatu hal. Dengan demikian, adanya TPS Loksus ini dapat megurangi angka golput.

Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul mendirikan 8 TPS Loksus yang ditempatkan di ISI, Pesantren Ali Maksum, dan PP Al Munawwir Krapyak. Kemudian TPS Loksus Ali Maksum dipindahkan ke halaman RS Patmasuri dan TPS Loksus Al Munawwir dipindahkan ke SD Jageran untuk menghindari adanya kecurigaan penggiringan suara kepada caleg yang berada di pondok pesantren.

PP Al Munawwir ikut andil mendirikan 3 TPS Loksus untuk memfasilitasi para santri supaya tetap bisa memilih meskipun tidak berada di domisili mereka. Tiga TPS tersebut yaitu TPS 904, 905, dan 908. Menariknya, pemilihan di TPS Loksus Al Munawwir ini memisah antara pemilih laki-laki dan perempuan. Pemilih dalam TPS Loksus ini merupakan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang diperlakukan seperti DPTb (Daftar Pemilih Tambahan). Sehingga pemilih mendapat jumlah suara hak pilih sesuai dengan dapil (daerah pemilihan) yang tertera di KTP-el.

Selasa (13/02/24) sore hari, KPPS TPS Loksus sudah standby di lokasi untuk menerima logistik pemilu. Kemudian Logistik Pemilu dijaga oleh petugas KPPS, Linmas, Petugas Kelurahan, dan Polisi sampai menjelang hari pemilu tiba. Logistik pemilu masih tersegel rapi sampai waktu pemungutan suara esoknya.

Proses Pemungutan Suara

Ketika hari pemilu tiba (Rabu, 14/02/24), pengawas dan para saksi yang mendapat mandat dari partai juga telah hadir, ketua KPPS segera melakukan pembukaan pemungutan suara yang dibuka dengan sumpah janji anggota KPPS supaya melakukan pemungutan suara dengan amanah dan jujur dan pembukaan logistik pemilu di hadapan pengawas dan para saksi. Kemudian berlangsunglah waktu pemungutan suara dari pukul 07.00 s/d 13.00 WIB. Pemilu 2024 di TPS ini diselenggarakan dengan 5 macam pemilihan.

suasana petugas KPPS putra PP Al Munawwir ketika menjalankan tugas

Yakni pemilihan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (3 calon pasangan), pemilihan DPD Daerah Istimewa Yogyakarta (9 calon), pemiihan DPR-RI (136 caleg), pemilihan DPRD Provinsi DIY 3 (74 caleg), dan pemilihan DPRD Kab/kota Bantul 1 (103 caleg). Para pemilih melakukan pemilu dengan menerapkan asas luberjurdil dan rapi.

Pukul 13.30, penghitungan suara dimulai dari PPWP hingga pemilihan DPRD Kab/kota secara urut. Setelah itu, petugas KPPS melakukan tugasnya untuk merekap hasil pemilihan di formulir C hasil Plano. Kertas hasil penjumlahan suara ditandatangani oleh seluruh petugas KPPS dan para saksi yang hadir. Juga, semua Formulir hasil salinan yang digandakan telah ditandatangani secara basah oleh mereka.

Baca Juga: PEMILU 2024: Gunakan Hak Suaramu dengan Bijak dan Bertanggungjawab

Pembaharuan di pemilu 2024 adalah adanya aplikasi siRekap yang akan mendigitalisasi hasil pemilihan suara. Meskipun aplikasi sempat down beberapa waktu, namun beberapa sudah berhasil mengunggah hasil pemilihan suara. Kemudian bagi yang tidak berhasil, maka hasil suara dapat di foto dan diunggah di google form.

Perekapan selesai semua pada dini hari. Kemudian pada pukul 01.00 dini hari (15/02/2024) dilakukan pendistribusian ke kelurahan di daerah Timbulharjo untuk diserahkan ke KPU. Dengan demikian, selesailah proses pemungutan dan penghitungan suara yang dilakukan di TPS Loksus Al Munawwir.

Memakai hak suara pada pemilu merupakan bentuk ikhtiar kita dalam membangun negara yang lebih baik. Hak itu telah diberikan kepada kita, sehingga tugas kita hanya menggunakan hak tersebut dengan bijak.

Jauh dari Rumah, bukan Berarti Tidak Nyoblos !

Maka dari itu, PP Al Munawwir berusaha menyuarakan kepada santri-santrinya agar tetap memilih pilihannya meskipun berada di luar domisili masing-masing. Adanya TPS Loksus ini merupakan terobosan yang membuktikan bahwa hak suara tidak terhalang oleh tempat atau jarak. Hal ini sangat membantu bagi warga negara Indonesia yang merantau dari tempat tinggal untuk belajar atau bekerja. Sehingga tidak mengganggu proses belajar atau bekerja mereka.

Meskipun berbeda pilihan, bukanlah alasan untuk berpecah belah. Karena semua ini kita lakukan dengan satu tujuan, yaitu demi bangsa yang lebih baik. Dan perbedaan terkait siapa yang menang, bukanlah alasan kita untuk berselisih atau berpikiran risih. Karena siapapun yang menang, hal itu berdasar atas kehendak yang sama, yaitu kehendak Allah swt.

Disamping segala huru hara pemilu di 2024 ini, semoga siapapun yang terpilih nantinya akan membawa Indonesia semakin jaya dan emas!

editor: Manazila Ruhma

Syarafina Azatul Hidayah

Syarafina Azatul Hidayah

SyarafinaHidayah

5

Artikel