Sistem Genetik Manusia dalam Perspektif Bayani Al-Quran

Sistem Genetik Manusia dalam Perspektif Bayani Al-Quran

Almunawwir.com-Betapa maha besarnya Allah Swt yang menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk, yang mana hal ini telah tertulis dalam Al-Qur’an Surah at-Tin ayat 4. Tidak hanya mengenai bentuk dan fisik saja yang dibahas di dalam Al-Qur’an, namun mengenai hal yang tidak terlihat dari luar atau system yang ada di dalam tubuh manusia juga banyak dibahas di dalam Al-Qur’an.

Salah satu system tubuh manusia yang dibahas di dalam Al-Qur’an adalah system sel manusia, yang dijelaskan secara bayani atau dengan terjemah atau secara naskah di dalam Al-Qur’an. Artinya, ilmu mengenai system sel manusia berdasarkan pada terjemah ayat Al-Qur’an yang tertulis.

Sumber: Merdeka.com

Adanya perkembangan dari metode bayani inilah yang akhirnya membangkitkan ilmuwan muslim di dunia untuk melakukan penelitian bersumber dari terjemah atau naskah Al-Qur’an. Salah satunya menggali lebih jauh salah satu ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan system sel manusia. Ayat Al-Qur’an yang menjadi pedoman penjelasan system sel manusia adalah Surah al Fathir ayat 28.

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”

Berdasarkan ayat tersebut, tertulis kalimat terjemah “…bermacam-macam warna nya (dan jenisnya)…”, yang selanjutnya ayat tersebut menjadi pedoman dilakukannya penelitian oleh ilmuwan muslim zaman dahulu. Hal apa yang menyebabkan adanya macam, jenis, dan perbedaan dari setiap makhluk hidup, terutama manusia.

Baca Juga:

Mengapa manusia ada yang bertubuh tinggi, pendek, ada yang berbadan kurus, gemuk, termasuk juga perbedaan kebiasaan dan kepribadian. Setelah diteliti lebih lanjut, hal tersebut disebabkan adanya perbedaan ‘sesuatu’ atau komponen di dalam tubuh manusia. Yang mana ‘sesuatu’ tersebut ditemukan dan disebut sebagai genetic.

Genetic atau gen atau sifat waris, terletak di dalam suatu komponen yang disebut sebagai kromosom, yang mana kromosom tersebut membawa dan mengandung sifat bawaan atau sifat khas yang berbeda setiap manusia. Kromosom terletak pada setiap sel makhluk hidup.

Mengapa kromosom setiap manusia bisa berbeda, hal tersebut dikarenakan di dalamnya mengandung senyawa DNA dan RNA yang ada secara alami sejak di dalam kandungan yang bersifat turun temurun. Selanjutnya, kromosom melalui serangkaian siklus kimia sampai pada tahap menjadi asam amino. Asam amino mengandung suatu unsur genetic hasil dari DNA dan RNA yang telah diterjemahkan dalam suatu rangkaian kode.

Kode tersebut yang akan menentukan genetic setiap manusia. Kode tersebut yang menyebabkan adanya perbedaan dari setiap manusia. Baik secara lahiriah maupun secara naluriah. Jadi, yang dimaksud ‘berbeda’ di dalam surat al Fathir ayat 28 tersebut adalah komponen sel yang mengandung genetika yang berbeda pada setiap manusia sehingga manusia terlahir sebagai individu yang mempunyai jenis dan macam.

Perbedaan-perbedaan tersebut tidak hanya ada pada manusia, namun juga seluruh makhluk hidup. Sungguh hebatnya Allah SWT sehingga dapat mengaitkan ayat Al-Qur’an dengan sesuatu sekecil dan sedetail genetik, yang sebenarnya hal tersebut jika direnungkan tidak masuk ke dalam akal manusia.

Dengan adanya pembuktian dari penelitian tersebut, terutama dengan metode bayani, menimbulkan berbagai perkembangan ilmu, salah satunya adalah ilmu alam, termasuk ilmu mengenai system pada tubuh manusia, yang bahkan dikembangkan oleh ilmuwan dunia yang mayoritas tidak beragama muslim.

Namun, harus kita sadari bahwa hanya Al-Qur’an dan hadist yang menjadi sumber dari berkembangnya ilmu-ilmu tersebut. Oleh sebab itu, kita sebagai seorang muslim, yang kelak akan menjadi pionir ilmu agama, wajib untuk terus melanggengkan nilai-nilai Al-Qur’an, agar tidak hilang jejak keilmuannya di tangan orang Nasrani, yaitu dengan membaca, mempelajari dan mengamalkannya sehingga akan menambah rasa takwa kepada Allah atas kebesarannya dan sifat ‘ilmu yang dimiliki Allah SWT.

Tak ada satu manusia pun yang dapat menandingi-Nya. Bahkan di dalam bidang yang dikuasai oleh semua orang. Karena dunia hanyalah tempat yang tidak ada apa-apa nya jika tanpa kebesaran dan kehendak Allah SWT.

Penulis

Editor: Redaksi

Baca Juga:

Manazila Ruhma

Manazila Ruhma

Manazila Ruhma

Santri Komplek Q

7

Artikel