[Transkip Isi Khutbah KH. Henry Sutopo]

<strong><noscript><img width=

Jama’ah Jum’at rahimakumullah, Alhamdulillah pagelaran Multaqa Ulama Qur’an, pertemuan para ulama quran Indonesia telah berjalan di pesantren kita dengan lancar, dan menghasilkan rekomendasi yang insyaAllah bermanfaat untuk umat Islam, khususnya di Indnesia. Amin.

Jama’ah Jum’at rahimakumullah, kenapa Multaqa pertemuan Ulama Qur’an itu diadakan? Antara lain adalah keprihatinan bersama, terutama di negara kita tercinta Indonesia ini.

Banyak sekali tumbuh-muncul kesadaran pendidikan-pendidikan, lembaga-lembaga pendidikan maupun pesantren, tahfidzul qur’an, namun yang tidak mengajarkan Islam yang rahmatalal lil ‘alamin; Islam yang menjadi rahmat bagi semua makhluk, Islam yang wasathiyah, Islam yang moderat, Islam yang mengutamakan kebersamaan dan seterusnya.

Isi Fullnya Ada di Podcast

Kenapa pertemuan tersebut diselenggarakan di pesantren kita Al-Munawwir Krapyak tercinta ini? Karena dipandang bahwa di pesantren Krapyak lah yang pertama kali pembelajaran Al-Qur’an dilakukan secara sistematis, bahkan munking bukan di pulau Jawa, tapi yang pertama kali di bumi Nusantara ini.

Baca juga: Mengagumkan, Ibu Nyai Maftuhah Bocorkan Resep Bagi Penghafal Al-Qur’an

Jama’ah Jum’at rahimakumullah. Yang hadir adalah para ulama qur’an yang kredibel, para ulama qur’an yang memang ahlinya, para ulama qur’an yang bersanad, dan insyaAllah sanadnya nyambung kepada Rasulina Muhammad Saw, bukan ulama yang memahami qur’an lewat Sosial Media, You Tube, dan sebagainya.

Apa rekomendasi yang dihasilkan, ada 6 poin. Antara lain adalah:

Pertama, mendorong kepada pemerintah, dalam hal ini adalah Kementian Agama, untuk meningkatkan pengawasan pembinaan kepada lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an, baik dari sisi pembacaa, dari sisi pemahaman, maupun dari sisi pengamalan.

Baca juga: KH. Ahmad Munawwir dalam Bingkai Semelo Jombang

Dan poin yang lain adalah mendorong kepada pemerintah untuk meningkatkan pengawasan kepada pesantren-pesantren tahfidzul qur’an yang tidak bersanad, yang tidak mengajarkan kepada para santrinya Islam rahmatalal lil ‘alamin, namun justru sebaliknya Islam yang merasa benar sendiri, Islam yang mudah menyalahkan orang lain bahkan mudah mengkafirkan orang lain.

Jama’ah Jum’at rahimakumullah. Kita sadar betul, Rasulullah Muhammad Saw telah menjanjikan:

اِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا اْلكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ

(Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat kaum (suatu bangsa) dengan kitab ini (Al-Qur’an). Sebaliknya Allah akan menyengsarakan/merendahkan nasib suatu kaum juga dengan Al-Qur’an).

Tentu kita berahrap dan memohon kepada Allah, bahwa umat Islam khususnya yang tinggal di Indonesia akan diangkat derajatnya lewat Al-Qur’an.

Baca juga: Prof. Quraish Shihab Sampaikan Makna Wasathiyah Layaknya Sepak Bola

Jama’ah Jum’at rahimakumullah. Kenapa ada sebagian saudara-saudara kita yang dengan dalil Al-Qur’an mudah menyalahkan orang lain? Antara lain bahwa dalam memahami Al-Qur’an tidak cukup dengan membaca terjemahan.

Imam Al-Zarkasyi menyebut bahwa untuk bisa memahami Ulumul Qur’an dibutuhkan 47 disiplin ilmu, bahkan ulama satu abad berikutnya, yakni Imam Suyuthi menyebut untuk bisa memahami Qur’an yang benar-benar rahmatalal lil ‘alamin, dibutuhkan disiplin ilmu 80 ilmu.

Sekali lagi, tidak mudah kita dipun siapaken (pen.) untuk memahami ilmu-ilmu Al-Qur’an.

Jama’ah Jum’at rahimakumullah. Semoga dengan pertemuan para ulama qur’an ini, akan  membawa meningatkan pencerahan kita, maka insyaAllah lewat pondok pesantren Al-Munawwir Krapyak ini syiar Qur’an akan kembali bergaung yang betul-betul membawa kejayaan umat Islam.

Baca juga: Pengantar Ilmu Qira’at (13): Praktik Qiraat 7 Pada Surah al-Fatihah

Redaksi

Redaksi

Redaksi

Tim Redaksi PP. Al-Munawwir

449

Artikel