Halaqah Ulama Al-Qur’an dalam Temu Alumni: Melestarikan Al-Qur’an, Memakmurkan Dunia

Halaqah Ulama Al-Qur’an dalam Temu Alumni: Melestarikan Al-Qur’an, Memakmurkan Dunia

Almunawwir.com- IKAPPAM (Ikatan Alumni Pondok Pesantren Al Munawwir) untuk kesekian kalinya menyelenggarakan acara Temu Alumni sebagai bagian dari perayaan Haul Almaghfurlah KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad. Pada Haul yang ke-85 ini, kegiatan tersebut diadakan dengan Halaqah Ulama’ Al-Qur’an bertepatan pada Sabtu, 23 Desember 2023 di Masjid PP Al Munawwir Krapyak Yogyakarta.

Dalam Halaqah ulama yang membahas tema “Melestarikan Al-Qur’an, memakmurkan dunia,” terdapat dua pembicara ulama yang ahli dalam bidang Al-Qur’an. Kedua pembicara tersebut adalah Al Habib Abdurrahman Ali Masyhur bin Haffidz dari Yaman dan Datok Mohd Asyaharim bin Abdul Latiff dari Malaysia.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Munawwir KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir, Para pengasuh PP Almunawwir Krapyak, para alumni dan para tamu undangan.

“Halaqoh Ulama Al-Qur’an pada yang digelar pada kesempatan ini semoga dapat memberikan keberkahan dan menambah kuatnya halaqoh para alumni dengan almamater Pondok Pesantren Al-munawwir Krapyak. Dan uniknya pada momen kali ini melalui hubungan kami dengan Datok Mohd Asyaharim, beliau berkenan untuk menyanggupi mencetak mushaf Al-Qur’an yang disepakati dengan nama mushaf Al-Munawwir.” ujar Ketua IKAPPAM, KH. Muhtarom Busyro.

Baca Juga:

KH. R. Abdul Hamid Abdul Qodir selaku perwakilan tuan rumah menyampaikan ucapan terimakasih atas kerawuhan para narasumber, beliau berharap melalui hal tersebut dapat menjadi sarana keberkahan bagi Pondok Al-Munawwir untuk berkembang dan kuat dalam menyebarluaskan ilmu serta memperkuat penegakan ajaran Islam.

Halaqah Ulama Al-Qur’an yang dimoderatori oleh Ust. Dr. Abdul Djalil, mengajak para hadirin untuk kembali menyelami pentingnya dari upaya melestarikan Al-Qur’an melalui membangun ta’aluq (hubungan) antara umat saat ini dengan para Ahlul Qur’an di masa lampau.

Datok Mohd Asyaharim menekankan bahwa keberadaan Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada salinan fisiknya, melainkan lebih pada keberadaan di dalam hati para ahlul Qur’an. Beliau juga menambahkan bahwa saat ini banyak orang membaca Al-Qur’an, namun mereka cenderung lupa akan esensi Al-Qur’an dan tidak mengaitkan hati mereka dengan warisan dari para pendahulu, seperti halnya dengan KH. M. Munaawir yang merupakan bagian dari sanad Ulama’ Al-Qur’an di Indonesia.

“Oleh karena itu visi penerbitan mushaf Al-Munawwir Al Krapyaki yang InsyaAllah akan diterbitkan sebelum bulan ramadhan sangat penting, karena terdapat kaitan dengan Ahlu Qur’an yang dapat menjadi penyambung kepada Nabi Muhammad.” Sambung beliau yang menjabat sebagai direktur Nasyrul Qur’an di Malaysia.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Al Habib Abdurrahman Ali Masyhur dengan merujuk pada potongan Surat Al-Maidah Ayat 15 قَدۡ جَآءَكُمۡ مِّنَ اللّٰهِ نُوۡرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيۡنٌ, yang menyampaikan bahwa pengetahuan (ilmu) tanpa sinar cahaya (Nur) dari Nabi Muhammad masih belum lengkap, maka selayaknya kita menegaskan komitmen untuk mengikuti cahaya yang hakiki, yaitu Nabi Muhammad Sholallahu ‘Alaihi Wassalam.

“Agar mencapai cahaya tersebut, salah satu langkah pentingnya adalah menjalin hubungan dengan orang-orang yang telah diberkahi cahaya oleh Allah, yakni para guru kita sehingga mereka dapat memandu kita menuju ke hadapan Rasulullah. Sebagai contoh, Mbah Munawwir yang namanya memiliki makna yang kaya akan cahaya.” Ujar beliau yang di terjemahkan melalui Ust. Abdul Jalil.

Acara berakhir dengan doa yang disampaikan oleh Al Habib Abdurrahman Ali Masyhur, dan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah antara para alumni dan para hadirin selepas melaksanakan salat Dhuhur berjamaah.

Baca Juga:

Semarak Haul ke-85: LBM Al-Munawwir Kembali Gelar BMQ

Ahmada Wildan Afifi

Ahmada Wildan Afifi

AhmadaAfifi

18

Artikel