OSABA: Mendaras Zaman Digital melalui Aktualisasi Diri

OSABA: Mendaras Zaman Digital melalui Aktualisasi Diri

AlMunawwir.com – (17/06) Komplek R2 Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, yang diasuh oleh Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal kembali menyelenggarakan program Orientasi Santri Baru (OSABA). OSABA ini telah mentradisi dan menjadi salah satu program tahunan di komplek R2. Tahun sekarang, OSABA dilaksanakan pada 17-18 Juni 2023 dengan mengangkat tema “Aktualisasi Diri menjadi Santri Potensial di Era Digital.”

Serangkaian kegiatan OSABA telah terlaksana dengan baik dan teratur. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Syiir Yalal Wathon berkumandang di awal kegiatan. Seluruh peserta melantunkan dengan khidmat dan penuh penghayatan.

Baca Juga:

Syah Waliyullah ad-Dahlawi: Biografi dan Kontribusinya dalam Pemahaman Hadis

Di sesi sambutan, Ibu Nyai Ida Fatimah memberikan petuah semangat santri sebagai bekal mondok. Beliau menyampaikan bahwa zaman ini adalah zaman emas yang dimanjakan oleh kemajuan digital. Santri, meski dengan tradisi pesantren, mereka harus pandai memanfaatkan ruang digital untuk mengembangkan potensi diri.

Ruang digital membuka peluang seluas-luasnya bagi santri untuk menambah kreativitas dan keilmuan. Oleh karena itu, santri harus memanfaatkan peluang tersebut dan mampu beradaptasi dengan zaman yang serba teknologi. Dengan menggali dan membangun potensi yang dimiliki sebagai wujud aktualisasi diri menuju kesuksesan digital. Tanpa menghilangkan tradisi kepesantrenan yang telah ada.

Sesi selanjutnya, Pengenalan Ahlein oleh Ustaz Aniq Fahmi selaku Lurah Pusat Al-Munawwir. Dilanjutkan materi ke-Almunawwiran yang disampaikan oleh Gus Faiq Muhammad, sebagai pemateri sekaligus ahlein Al-Munawwir. Beliau menyampaikan petuah yang membangkitkan semangat para santri dalam mengaji ilmu Al-Qur’an. Beliau juga menceritakan perjuangan seorang muassis PP. Al-Munawwir yakni KH. M. Munawwir bin Abdullah Rosyad, yang seluruh hidupnya beliau abdikan untuk Al-Qur’an.

Selanjutnya, materi ke-Aswajaan disampaikan oleh Ustazah Puput Lestari. Dan materi terakhir terkait Etika dalam Bermedia Sosial yang dibawakan oleh Ustazah Isna Sholihaturrahmaniah. Sampai pada penghujung acara di hari pertama, kegiatan ditutup dengan sowan maqbaroh.

Hari kedua berlangsung semakin meriah. Keliling komplek dan perlombaan masuk dalam rangkaian OSABA. Seluruh peserta OSABA mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Sesi perlombaan ini sebagai ajang penyaluran bakat untuk mengetahui tingkat kekompakan, kreativitas, dan kerjasama peserta OSABA. Sesi terakhir di hari kedua adalah pengumuman pemenang lomba dan penutupan. Banyak hikmah dan pelajaran yang dipetik dari program OSABA di setiap tahunnya. OSABA ini merupakan bekal awal para santri dalam menempuh perjalanan belajar dan mengabdikan diri untuk ilmu selama di pondok pesantren. Semoga kelak, ilmu yang didapatkan penuh keberkahan, kemanfaatan, dan membawa maslahat untuk umat. Āmīn. (N)

Baca Juga:

Hati Suhita: Membuka Tabir Konsepsi Mikul Duwur Mendem Jero

Editor : Syarafina Az

Jauharotun Nafiisah

Jauharotun Nafiisah

JauharotunNafiisah

7

Artikel