Sepak Bola dan Nilai Persaudaraan

Sepak Bola dan Nilai Persaudaraan

Almunawwir.com – Sepak bola selalu menjadi olahraga yang sangat diminati oleh ribuan atau bahkan jutaan manusia yang ada di dunia. Bahkan, kini sepak bola menjadi suatu hiburan tersendiri bagi beberapa pasang mata yang melihatnya.

Hal tersebut dapat dilihat dari begitu antusiasnya semua golongan ketika menghadiri pertandingan yang melibatkan dua kesebelasan tim untuk saling memasukkan bola ke gawang lawannya masing–masing.

Sepak Bola
Sumber Foto: indospot.com

Beberapa pekan ini kita dibuat gembira dengan adanya pagelaran piala dunia fifa, yang melibatan negara-negara di penjuru bumi untuk saling bertanding merebutkan piala yang digilir dalam kompetisi empat tahun sekali tersebut.

Baca juga: Sekilas tentang KH. R. Abdullah Affandi

Hampir setiap obrolan baik di warung kopi, kantor, sekolah tidak lepas dari perbincangan piala dunia. Bahkan bagi santri pesantren pun saat mengaji masih sempat membahas tim negara mana yang akan juara, siapa tim yang akan bertanding nanti.

Dibalik semaraknya pagelaran piala dunia ini, komunitas Islam dibuat terharu seorang bernama Ghanim Al Muftah pemuda yang menyelipkan ayat Al-Qur’an surat Al-Hujurat beberapa waktu lalu saat pembukaan piala dunia fifa di Qatar.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ. ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

(QS. Al-Hujurat : 13).

Baca juga: Mudir Ma’had Aly Resmikan Perkuliahan Mahasantri Al-Munawwir

Ibnu Katsir dalam tafsinya menuturkan menurut suatu pendapat kata شَعْبٌ (isim mufrod dari شُعُوْبُ) artinya mengacu pada kabilah-kabilah non Arab. Adapun untuk kata قَبِيْلَة (isim mufrod dari قَبَائِلٌ ) khusus untuk bangsa Arab.

Untuk keterangan lebih jelas Ibnu Katsir menjabarkan di muqadimah terpisah yang sengaja dihimpun dalam kitab Al-Asybah karya Abu Umar Ibnu Abdul Bar. Juga dalam muqadimah kitab yang berjudul Al-Qasdu wal Umam fi Ma’rifati Ansabil Arab wal ‘Ajam.

Hal yang menjadi menarik dari ayat ini adalah kata لِتَعَارَفُوٓا “saling kenal-mengenal”. Konteksnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan manusia dengan berbagai suku dan bangsa agar satu sama lain dapat saling mengenal, agar membentuk suatu keharmonisan dalam keberagaman.

Islam selalu mengedepankan untuk membangun relasi antar manusia, konsep ini dipayungi dengan ukhuwah basyariyah. Yang hakikatnya membangun persaudaraan berbasis kemanusiaan tidak karena atas penggolongan sosial, agama, etnis, dan suku, melainkan melalui kemanusiaan itu sendiri.

Baca juga: Semarak Haul Mbah Ali ke-34: Panitia Gelar Sunatan Massal

Lewat sepak bola dapat dilihat di dalamnya terjalin unsur basyariyah (persaudaraan), berbondong-bondong manusia dari berbagai suku, bangsa, agama, budaya dan ras disatukan dalam stadion ketika pertandingan digelar dengan menanggalkan sikap primordialisme pada masing-masing individu.

Contoh kecil ketika timnas Indonesia bertanding, di situ kita lihat meskipun sering kali Indonesia dihadapkan isu SARA. Tetapi melalui sepak bola isu itu hilang dengan menyatukan semua suku dari sabang sampai merauke untuk mendukung timnas Garuda.

Dapat dikatakan sepak bola seperti suatu bahasa yang universal.Bahasa yang sederhana untuk menggambarkan bagaimana keindahan persatuan terjadi sampai ke semua elemen yang melihatnya. Semua riang gembira mendukung timnya untuk menang.

Dengan demikian, tidak salah jika sepak bola dapat diartikan juga menjadi ikon persaudaraan. Sepak bola untuk bersyukur, untuk bersaudara, untuk menciptakan ghirah saling tolong menolong. Maka kembali lagi bagaimana setiap individu mencari dimensi ibadah dalam sepak bola. Wallahualam bish-shawab

Baca juga: Mbah Ali, Pesantren, dan Sepakbola

Ahmada Wildan Afifi

Ahmada Wildan Afifi

AhmadaAfifi

18

Artikel