Bagaimana Menyikapi Beragamnya Standar Waqaf  Dalam Berbagai Mushaf?

Bagaimana Menyikapi Beragamnya Standar Waqaf  Dalam Berbagai Mushaf?

Yogyakarta – Lajnah Bahtsul Masa’il

Seperti kita ketahui, membaca Al-Qur’an adalah salah satu ibadah bagi seluruh umat muslim. Dalam membaca Al-Qur’an, tentunya pasti ada rambu-rambu yang harus diperhatikan agar tidak dapat kesalahan dalam membacanya. Maka dari itu, membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar akan mendapatkan pahala yang sempurna.

Pada zaman sekarang, kita akan mudah menemukan mushaf Al-Qur’an yang telah tersebar di berbagai Masjid dan tempat-tempat lain dengan beragam cetakan yang berbeda-beda.

Pada sisi yang lain, banyaknya mushaf Al-Qur’an dengan beragam cetakan yang berbeda-beda menimbulkan suatu problematika yang membuat kebingungan di kalangan internal umat muslim sendiri.

Seperti adanya kasus cetakan mushaf Al-Qur’an yang berbeda dalam tanda waqafnya.

Sumber Gambar: Konsultasi Syariah

Baca juga: Terlalu Banyak Menghafal, Melemahkan Daya Analisis?

Untuk menyikapi kasus di atas, tidak perlu khawatir, tidak perlu risau, sikapi dengan santai sambil ngopi, yang penting ngerti.

Perlu diketahui bahwa dalam tradisi pembacaan Al-Qur’an, tidak ada satupun waqaf yang mewajibkan untuk berhenti. Dalam Al-Qur’an tidak ada standar waqof yang hukumnya wajib.

حكم الوقف شرعاً :لا يوجد في القرآن الكريم وقف واجب يأثم القارئ بتركه ، ولا وقف حرام يأثم القارئ بفعله وإنما يرجع الوجوب أو التحريم إلى قصد القارئ فقط ،

وكل ما ثبت شرعاً : هو سنية الوقف على رؤوس الآي ، وكراهة ترك الوقوف عليها ، وجواز الوقف على ما عداها إذا لم يوهم خلاف المراد من المعنى

Sebagaimana juga penjelasan Ibnu Jazary dalam kitab “Matan al-Jazariyyah

وليس في القرآن من وقف وجب * ولا حرام غير ما له سبب

“Tiada satupun waqaf dalam Al-Quran yang wajib. Dan tiada pula satupun waqaf yang haram, kecuali jika ada sebab tertentu yang mengharuskannya.”

Oleh karena itu, tidak ada konsekuensi wajib dalam mematuhi aturan waqaf yang ada. Artinya, tidak ada hukum apapun yang berlaku ketika seseorang melanggar aturan waqaf yang ada.

Ketiadaan hukum atau konsekuensi di sini hanya berlaku dalam masalah waqaf saja. Berbeda ketika berkaitan dengan masalah lain. Seperti sampai pada perubahan makna atau hal-hal lainnya. Maka, beda lagi ceritanya.

Wallahul Muwafiq Ilaa Aqwanit Toriq Wallahu A’lam bis Sowab.

_______

Baca juga: Hukum Membaca dan Membawa Mushaf Ketika Shalat

Lajnah Bahtsul Masail Almunawwir

Lajnah Bahtsul Masail Almunawwir

Lajnah Bahtsul Masail Almunawwir

8

Artikel