KH. Afifudin Muhajir Terangkan Strategi Peradaban Fiqih

KH. Afifudin Muhajir Terangkan Strategi Peradaban Fiqih

Almunawwir.com-Halaqah Nasional Strategi Peradaban NU sebagai bagian dari salah satu rangkaian kegiatan harlah NU ke-101 mendapuk KH. Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai narasumber terakhir pada sesi ini dengan membawakan topik pembahasan “Strategi Peradaban Fiqih”

NU Sebagai Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan

Beliau menerangkan bahwa “NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keagamaan tidak bisa dipisahkan dari kemasyarakatan, sedangkan kemasyarakatan tidak bisa dipisahkan dari keagamaan.”

Hal tersebut dikarenakan agama mengatur segalanya termasuk dalam aktivitas kemasyarakatan. Secara garis besar agama islam mengandung 3 ajaran yaitu: 1) Aqidah; 2) Akhlak tasawuf; dan 3) Ahkam al-amaliyah. Ketiganya mengatur prilaku dan tingkah laku manusia, baik hubungannya dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

Dengan adanya aturan perilaku tersebut lahirlah konsep ibadat dan muamalat yang kawasannya sangat luas, meliputi: politik, ketatanegaraan, perjuangan, fiqih muamalat, ataupun fiqih peradaban. Para ulama dalam melaksanakan politik keagamaan, perjuangan, dan kemasyarakatan dirumuskan dengan metode hanafiyah dan metode mutakalimin.

Salah satu contoh pada beberapa kebijakan politik yang dimulai dari penjajahan hingga penerimaan Pancasila sebagai dasar negara dan berbagai kebijakan lainnya. Hal tersebut asal muasalnya dari qawaid usfuriyah dan qawaid fiqhiyah yang berkarakter.

NU sudah berusia 1 abad lebih 1 tahun, saatnya dilakukan tajdid fiddin

Sesunggguhnya pada setiap penghujung 100 tahun sekali, Allah SWT akan mengirimkan pada umat ini seseorang untuk memperbarui agama mereka” begitulah dawuh Kiai Afif yang mengutip dari hadits Nabi SAW. Bahwa sesuangguhnya dari kutipan hasits tersebut tidak hanya berlaku dalam agama islam saja, tetapi bagi NU.

Konsen PBNU dengan mengangkat tema Fiqih Peradaban merupakan salah satu bentuk dari tajdid yang bertujuan untuk mengembalikan NU sebagaimana tempat awal dilahirkan dan menghidupkan elemen-elemen yang sudah tidak berdaya di NU.

Gagasan Fiqih Peradaban Islam

Saat ini sudah terdapat gagasan fiqih peradaban islam dengan beberapa capaian yang telah diraih, seperti yang di paparkan oleh Kiai Afif di antaranya:

Pertama, capaian islam di bidang ilmu pengetahuan yang luar biasa baik di bidang agama maupun alat yang berkesinambungan dengan sains. Seperti Firman Allah:

إِنَّا نحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحافِظُونَ

“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya telah dijaga

Untuk merealisasikan firman tersebut, janji Allah sudah dibuktikan melalui lahirnya ulama. Dari tangan ulama lahirlah kerangka berkhidmah seperti: sharaf, balaghah, hadits, tafsir, usul fiqh, qawaid fiqh sebagai bentuk memenuhi janji Allah SWT.

Kedua, capaian luar biasa islam dalam pembangunan fisik sejak zaman Dinasti Umayyah hingga Dinasti Abbasyiah seperti gedung-gedung perpustakaan, rumah sakit, bahkan saluran dari Baghdad ke Makkah yang dibangun oleh Zubaidah istri Harun Ar-Rasyid.

Baca Juga :

Ketiga, capaian di bidang keadilan, merupakan capaian terpenting dalam nilai peradaban yang telah diraih oleh islam. Dalam islam kesalahan seseorang akan dihukum meskipun yang bersalah seorang muslim, dan meski yahudi ketika benar harus dibela. Seperti kisah Tim’ah bin Ubairik seorang muslim yang mencuri baju dan dititipkan di rumah seoarang yahudi yang dituduh.

Keempat, capaian kesetaraan umat manusia, sudah banyak diberikan contoh dan pengakuan seperti kisah sahabat Bilal yang notabene seorang budak namun mendapatkan posisi sangat mulia di hadapan Nabi.

Editor: Redaksi

Baca Juga:

Feni Tri Astuti

Feni Tri Astuti

Feni Tri Astuti

Santri Komplek R2

4

Artikel