Konsep Ihsan bagi Anak kepada Kedua Orangtua

Konsep Ihsan bagi Anak kepada Kedua Orangtua

Almunawwir.com-Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan sebuah kewajiban bagi seorang anak, bagaimanapun kondisinya. Berikut merupakan salah satu dalil syariat yang memastikan keharusan tersebut,

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

Artinya: “(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.” (QS. Al-Baqarah:83)

Mari kita fokuskan pada وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا  (dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua). Menurut al-Alusi lafaz  ‘اِحْسَانًا’ sebagai hasil yang dimaksud. Beberapa ahli tata bahasa juga memasukkan kata ‘اِحْسَانًا’ ‘ menjadi hasil yang dimaksud. Kata الْوَالِدَيْنِ adalah bentuk jamak dari ‘والد’, yang merujuk kepada ayah dan ibu.

Perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan amalan yang disyariatkan oleh Allah. Menurut al-Qurtubi dalam tafsirnya, redaksi  وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا  kaitannya dengan tauhid yang menegaskan bahwa segala penciptaan berasal dari Allah, termasuk awal kehidupan kita.

Artinya proses pembentukan dan pendidikan yang dilakukan oleh kedua orang tua merupakan peran yang diamanahkan oleh-Nya. Keharusan bersyukur kepada keduanya bukan hanya sebagai ungkapan terima kasih, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan terhadap peran Allah dalam penciptaan dan pembentukan.

Misalnya, menghormati dan mendukung orang tua dalam kehidupan sehari-hari adalah wujud ketaatan terhadap perintah Allah dan penghargaan terhadap peran-Nya dalam penciptaan dan pendidikan.

Baca Juga:

Al-Qurtubi juga menambahkan bahwa Ihsan terhadap kedua orang tua mencakup perlakuan bakti dengan cara yang baik, sikap rendah hati terhadap mereka, patuh terhadap perintah mereka, berdoa untuk mendapatkan ampunan setelah mereka meninggal, dan menjaga hubungan baik dengan kerabat yang mencintai keduanya.

Al-Baghawi menafsirkan redaksi  وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا dengan makna Allah memerintahkan kita untuk berlaku baik kepada kedua orang tua dengan penuh kasih sayang dan bakti. Artinya, kita harus memperlakukan mereka dengan penuh hormat, memberikan perhatian dan dukungan.

Contohnya, menolong mereka dalam pekerjaan rumah tangga, mendengarkan nasihat mereka, dan menyediakan bantuan jika diperlukan. Bersikap lembut dan sabar terhadap orang tua juga mencerminkan pelaksanaan perintah ini.

Namun, penting untuk dicatat bahwa ketaatan terhadap orang tua tetap dibatasi oleh aturan agama. Jika permintaan orang tua bertentangan dengan ajaran agama, ketaatan kepada Allah harus diutamakan tanpa mengurangi rasa hormat kepada orang tua.

Menurut Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghaib, Ihsan kepada kedua orang tua adalah tidak menyakiti mereka sama sekali dan selalu memberi manfaat sejauh yang mereka butuhkan. Artinya bahwa konsep ihsan kepada kedua orang tua merupakan tindakan yang melibatkan penghindaran sepenuhnya dari perbuatan yang dapat menyakiti mereka, seiring dengan upaya konsisten untuk memberi manfaat untuk kebutuhan mereka.

Dalam kerangka ini, ihsan juga mencakup doa agar kedua orang tua mendapatkan petunjuk menuju iman, meskipun mungkin mereka masih berada dalam keadaan kufur. Konsep ini juga mencakup pelaksanaan perintah yang baik kepada kedua orang tua dengan cara yang lembut, terutama jika mereka terjerumus dalam perilaku yang tidak sesuai.

Memberikan ihsan kepada kedua orang tua bukan sekadar kewajiban, melainkan juga mencerminkan sikap lembut dan kasih sayang.

Dengan demikian, sebagai anak, kita berkomitmen untuk memberikan manfaat seoptimal mungkin dan berusaha menjauh dari tindakan yang dapat menimbulkan kerugian atau penderitaan bagi kedua orang tua. Ini bukan hanya tanggung jawab, melainkan juga ekspresi nyata dari penghargaan dan cinta kepada kedua orang tua yang selalu berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi kita.

Konsep Ihsan terhadap kedua orangtua, sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas memiliki kedalaman makna dan implikasi yang luas. Perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua bukanlah sekadar tugas, tetapi merupakan panggilan untuk melibatkan diri dalam bakti yang tulus dan penuh kasih sayang.

Dapat dipahami bahwa Ihsan melibatkan perlakuan yang baik, sikap rendah hati, dan patuh terhadap perintah orang tua. Konsep ini juga mencakup doa untuk keselamatan dan ampunan bagi mereka setelah meninggal dunia. Kesimpulannya, Ihsan kepada kedua orang tua bukan hanya amalan, tetapi sebuah nilai yang menandai keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan sosial dan spiritual.

Penulis: Muhammad Nahjul Fikri

(Santri komplek IJ, Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Pegiat Kajian Tafsir)

Editor: Redaksi

Baca Juga:

Redaksi

Redaksi

admin

514

Artikel