Puncak Haul Ke-9 KH. Zainal Abidin Munawwir: Meneladani Keistiqamahan Mbah Zainal

Puncak Haul Ke-9 KH. Zainal Abidin Munawwir: Meneladani Keistiqamahan Mbah Zainal

Almunawwir.com – Usai acara muqoddaman pada Kamis malam (24/11), haul almaghfurlah KH. Zainal Abidin Munawwir yang ke-9 sampai pada puncak acara. Puncak Haul yang digelar ba’da Ashar (15.30 WIB) telah berlangsung dengan rangkaian acara dzikir tahlil, doa, dan mauidzah hasanah.

Acara  bertempat di aula AB PP Al-Munawwir Krapyak dan turut hadir pula ahlein beserta tamu undangan. Sementara para santri untuk ikut hurmat acara Haul secara virtual via live streaming di akun YouTube Almunawwir TV. 

Puncak Haul Ke-9: KH. Zainal Abidin Munawwir

Baca juga: Haul Ke-9 KH. Zainal Abidin Munawwir: Muqodaman hingga Analogi Madu

Acara pertama yaitu pembacaan ummul kitab, lalu pembacaan Kalam Ilahi oleh saudara Alfin (santri PP Al-Munawwir). Berikutnya, majelis di isi dengan Dzikir Tahlil oleh KH. Fairuzi Afiq Dalhar (Pengasuh Komplek Nurussalam) dan pembacaan untaian Doa oleh KH. Mas’ud Masduki (Rais Syuriah PWNU DIY).

Lalu penyampaian Mauidzah Hasanah oleh Dr. KH. M. Habib A. Syakur, M.A (pengasuh PP Al-Imdad Bantul). Beliau berbagi cerita mengenai keistiqamahan KH. Zainal Abidin menurut pengalaman beliau ketika menjadi santri di PP Al-Munawwir Krapyak.

KH. Zainal Abidin Munawwir merupakan sosok yang istiqamah dalam ilmu, amal, dan (InsyaAllah) hati. Beliau mengatakan:

Mbah Zainal itu dikenal sosok yang istiqamah, adapula yang mengatakan ikhlas. Saya tidak pernah melihat Mbah Zainal simaan, namun setiap pagi sampai sekitar pukul 11 menjelang siang beliau selalu nderes, dan hal ini dilakukan secara istiqamah. Ketika menjadi imam, beliau juga tidak dibuat-buat dalam membacanya, biasa saja, itu bentuk keikhlasan beliau

Tutur KH. M. Habib A. Syakur.

Baca juga: Dinamika Al-Qur’an: Mengenal Qira’ah Sab’ah dan ‘Asyroh

Hal lain yang membuat Kiai Habib kagum adalah Kiai Zainal sangat menjaga lisannya. Selama menjadi santri, KH. Zainal tidak pernah memarahi beliau.

Kiai Habib pula terinspirasi dengan perilaku Kiai Zainal yang selalu istiqamah dan rajin dalam mutholaah. Beliau mengaku mendapat ilmu baru ketika diutus menjadi katib dalam pembukuan kitab Al Muqtathofat karya KH. Zainal Abidin Munawwir pada tahun 1987.

Berikutnya, Mauidzah Hasanah ditutup dengan pernyataan kagum bahwa menurut beliau, Kiai Zainal merupakan sosok yang sulit ditiru karena keagungan akhlaknya.

Editor  : Alma Naina

Baca juga: Tips dan Trik Praktik Kaidah Ikhfa’

Syarafina Azatul Hidayah

Syarafina Azatul Hidayah

SyarafinaHidayah

5

Artikel