Road to Haul KH. Muhammad Munawwir: Pondok Pesantren Al-Munawwir Gelar Terapi Fashdu dan Gurah

Road to Haul KH. Muhammad Munawwir: Pondok Pesantren Al-Munawwir Gelar Terapi Fashdu dan Gurah

Sekilas Kegiatan Peduli Kesehatan

Dalam rangka memperingati Haul KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad ke-87, PP. Al-Munawwir tak pernah absen menyelenggarakan kegiatan sosial rutinan. Salah satunya adalah kegiatan peduli kesehatan yang bertujuan agar masyarakat sekitar, khususnya warga pesantren tergerak untuk menjaga kesehatan fisik selain kesehatan spiritual yang sudah kokoh.

Kegiatan peduli kesehatan pada tahun ini kembali menghadirkan terapi Fashdu seperti tahun sebelumnya. Bedanya, pada tahun ini diadakan pula terapi Gurah. Kedua terapi tersebut dilaksanakan pada hari Ahad (23/11/2025) di halaman masjid Al-Munawwir. Terdapat dua posko yang digunakan, yaitu Aula G sebagai posko Fashdu dan SMK Al-Munawwir putra sebagai posko Gurah. Kegiatan dimulai pukul 09.00, kemudian jeda istirahat di waktu Dzuhur dan kembali berlansung di pukul 13.00.

Mengenal Terapi Fasdhu dan Gurah

Salah satu peserta terapi Fasdhu menuturkan bahwa terapi ini bukanlah hal yang asing bagi beliau. Pada tahun sebelumnya, beliau juga sempat mengikuti terapi yang sama. Beliau sering mengalami nyeri pada kaki terutama saat bangun dari sujud dalam sholat. Keluhan itulah yang menjadi motivasi beliau untuk kembali menjadi peserta dalam kegiatan ini.

Terapi Fasdhu menurut istilah adalah pengobatan yang dilakukan dengan cara mengeluarkan darah dari pembuluh darah vena (venasacetion) yang di dalamnya terdapat sumbatan-sumbatan yang memengaruhi kesehatan tubuh. Proses terapi dilakukan dengan cara pengikatan, dan pembukaan kecil pada kulit sehingga darah dalam vena dapat keluar. Terdapat peserta yang mengaku pusing saat proses terapi berlangsung, sebab darah yang keluar cukup lancar beliau juga sempat mengalami kehausan, efek samping dari terapi tersebut.

Terapi Fashdu sangat efektif untuk mengurangi kadar koleterol, asam urat, gula darah, darah tinggi dan materi lain yang berbahaya bercampur bersama darah yang ada dalam pembuluh darah. Peserta lain menuturkan bahwa dirinya mengikuti terapi ini karena sering merasa pusing. Harapannya, dengan mengikuti terapi ini, ia dapat kembali beraktivitas dengan kondisi fisik yang lebih ringan.

Terapi selanjutnya adalah terapi gurah, yaitu pengobatan tradisional yang mengeluarkan lendir kotor dari saluran pernapasan dengan cara meneteskan ramuan herbal ke hidung. Metode ini dilakukan untuk mengatasi gangguan seperti sinusitis dan membersihkan lendir kotor dari saluran pernapasan. Bahan utama dalam pengobatan tradisional ini adalah tanaman srigunggu atau senggugu (Clerodendrum serratum). Cairan dari ekstrak srigunggu akan diteteskan ke hidung, lalu hidung secara alami akan mengeluarkan banyak lendir. Lendir yang keluar dari hidung diyakini dapat membuat saluran pernapasan menjadi lebih bersih dan lancar.

Sasaran dalam kegiatan kesehatan ini mencakup santri, ahlein, dan masyarakat umum. Antusiasme peserta sangat luar biasa, ada sekitar 70 orang yang ikut serta dalam acara ini dan didominasi oleh para santri. Kegiatan ini sangat bermanfaat bahkan penting untuk masyarakat dan santri supaya menambah wawasan terkait pengobatan tardisional yang jarang dikenal oleh masyarakat luas.

Rangkaian acara selanjutnya dari peringatan Haul KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad ke-87 adalah bazar buku yang akan dilaksanakan pada hari Selasa sampai dengan Kamis tanggal 25-27 November. Saksikan rangkaian kegiatannya dan ikuti terus informasinya hanya di media sosial Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak.

Penulis: Mh. Jida

Redaksi

Redaksi

admin

549

Artikel