Sosialisasi Standarisasi Mushaf Al-Qur’an oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag RI

Sosialisasi Standarisasi Mushaf Al-Qur’an oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag RI

Almunawwir.com

Krapyak – Rabu, 16 November, masih dalam rangkaian acara Multaqa Ulama Al-Qur’an Nusantara, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementrian Agama Republik Indonesia berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Al-Munawwir mengadakan sosialisasi standarisasi mushaf Al-Qur’an kepada para santri dan peserta Multaqa yang hadir di halaman pondok pesantren.

Prof. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag (Direktur PD Pontren) sebagai pemateri pertama menyampaikan bahwa standarisasi mushaf bisa dianalogikan seperti halnya inisiatif sahabat Umar bin Khattab kepada khalifah Abu Bakar untuk mengkodifikasikan Al-Qur’an. Ataupun rasm Usmani yang digagas Khalifah Usman bin Affan.

Pembahasan Standarisasi Mushaf Al-Qur’an pada Acara Multaqa bersama Ahlen Krapyak dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kemenag RI

Keputusan itu muncul bukan karena diperintah oleh Nabi, namun itu merupakan ijtihad para sahabat demi keberlangsungan Al-Qur’an untuk generasi-generasi selanjutnya.

Baca juga: Malam “Lailatul Qur’an” Mengakhiri Kegiatan Multaqa 2022

“Pentingnya pertemuan kita hari ini bahwa selain mengenalkan standarisasi Al-Qur’an, juga untuk mengenalkan tokoh-tokoh pesantren yang sedari dulu memiliki kontribusi terhadap perkembangan standarisasi Mushaf Al-Qur’an di Nusantara” tegas beliau, Prof. Waryono.

KH. R Abdul Hamid AQ sebagai narasumber kedua mengungkapkan jika masalah yang sering muncul dalam penulisan rasm utsmani ialah ketidaksesuaian antara tulisan di mushaf dengan pembacaannya. Sehingga kerapkali orang yang tidak tahu menahu soal kaidah rasm utsmani kesulitan bahkan keliru membacanya.

Baca juga: Lamanya Antri Berhaji, Apakah Umroh Lebih Utama?

Dr. Abdul Jalil selaku pengajar senior di Pondok Pesantren Al-Munawwir sekaligus narasumber ketiga dalam kesempatan kali ini memaparkan materi terkait perkembangan rasm utsmani di kalangan santri penghafal Al-Quran.

Beberapa kali beliau mendapati problematika yang erat kaitannya dengan kesalahan penulisan Al-Qur’an saat proses menghafal ataupun saat menerima setoran dari para santri.

Rasm Utsmani atau Ilmu Rasm itu bukan kaligrafi. Itu wilayah kajian yang berbeda. Saya juga pernah mendapati orang menyangsikan sebuah mushaf yang menurutnya itu bukan rasm utsmani. Padahal nyatanya mereka tak mengerti sama sekali definisi rasm utsmani.” sambung Dr. Abdul Jalil.

Baca juga: Berikut Pesan KH. Abdul Hamid dalam Pembukaan Multaqa 2022

Selanjutnya materi disampaikan oleh Dr. H. Zainal Arifin Madzkur, MA yang merupakan anggota Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementrian Agama RI. Melalui keilmuan dan pengalaman yang dimiliki, beliau menyampaikan materi yang begitu padat dan menurut hemat penulis disiplin pembahasan ini jarang dikaji. Bahkan selevel santri tahfidh pun.

Ilmu Rasm tidak ada kaitannya sama sekali dengan titik ataupun syakl (harakat). Ketiganya memiliki ruang lingkup sendiri. Ilmu ini membahas jismul huruf (batang huruf) sebagai fokus kajiannya.”

Rasm Utsmani menginduk penulisan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidah yang  digunakan pada masa khalifah Utsman bin Affan. Dan pada saat itu syakl (harakat) ataupun titik belum ada. Tidak seperti mushaf saat ini.” kata Dr. Zainal saat mengawali materinya.

Lebih lanjut, beliau merekomendasikan kepada seluruh masyarakat terkhusus orang-orang pesantren untuk kembali merujuk dan memakai mushaf Al-Qur’an standar yang telah diinisiasi dan ditashih oleh para ulama melalui Kementrian Agama RI.

Sebab selain menjadi langkah awal untuk menyeragamkan model Al-Qur’an yang beredar di masyarakat. Ikhtiar ini juga bertujuan untuk kembali menjaga orisinilitas sanad keilmuan sesuai dengan apa yang sudah dirumuskan para sahabat dan ulama salaf.  Wa allahu a’lam.

Baca juga: Pengasuh Pondok Al-Munawwir Buka Multaqa Ulama Al-Qur’an Nusantara 2022

Editor: Irfan Fauzi

Abdillah Amiril Adawy

Abdillah Amiril Adawy

Abdillah Amiril Adawy

Santri Komplek Madrasah Huffadz 1 PP. Almunawwir Krapyak. Minat Kajian Keislaman (Bahsul Masail, Kepesantrenan, dan Kisah Inspiratif).

13

Artikel